Dibalik Munculnya Sunda Empire Ada Wanita Bule Bergelar Princess Edwige Vincent de bourbon Pahlavi

oleh -2.819 views
Princess Edwige Vincent de bourbon Pahlavi dan Sultan Agung Dewan Pemersatu Kesultanan Kerajaan Nusantara Republik Indonesia (IST)

JAKARTA-Sunda Empire berhasil menggaet anggota sekitar 1.000 orang. Demikian diungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Suhartiyono mengatakan bahwa kelompok Sunda Empire memiliki anggota dengan jumlah sekitar 1.000 orang.

“Jumlah anggotanya secara pasti kita belum tahu, mungkin kurang lebih sekitar 1.000 anggota, sampai saat ini penyidik masih dalam pemeriksaan,” kata Hendra saat penetapan status Tersangka kasus Sunda Empire di Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (28/1/2020) malam.

Kini, ketiga pimpinannya kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat.

Diketahui, video tentang Sunda Empire sempat beredar di salah satu kanal YouTube yang diunggah oleh akun bernama Alliance Press International.

Sejumlah konten mengenai Sunda Empire itu menyebar ke masyarakat melalui media sosial. Salah satu video yang tersebar, berisi tentang sejumlah orang yang mengenakan atribut seperti militer lengkap dengan topi baret. Salah satu dari mereka ada yang berorasi tentang masa pemerintahan negara-negara yang akan berakhir pada 2020.

Namun, dari hasil penelusuran beritaradar.com, keberadaan Sunda Empire dengan menggunakan seragam-seragam serupa seragam militer lengkap dengan atributnya, yang tidak jelas asal-usulnya ternyata nyaris mirip dengan apa yang dilakukan Princess Edwige Vincent de bourbon Pahlavi.

Image result for edwige vincent de bourbon pahlavi

Dalam jejak digital, ia menjabat sebagai Co President EIT, president Bank Dunia United Nations World Human Facility (UNWHF). Bahkan, lembaga yang dipimpin Princess Edwige Vincent de bourbon Pahlavi diduga mempengaruhi sebuah lembaga yang menamakan diri sebagai Dewan Pemersatu Kesultanan Kerajaan Nusantara Republik Indonesia dengan memberikan dokumen pengakuan kerajaan.

Keberadaan Dewan Pemersatu Kesultanan Kerajaan Nusantara Republik Indonesia memang perlu dikonfirmasi. Dalam laman Nusantara Berjuang terungkap nama Sultan Agung Dewan Pemersatu Kesultanan Kerajaan Nusantara Republik Indonesia. Ia mengusulkan otonomi khusus kerajaannya.

Image result for edwige vincent de bourbon pahlavi

Diketahui, diduga Princess Edwige Vincent de bourbon Pahlavi beralamat di Brussels dan Paris. Ia mendirikan UNWHF (United Nations World Human Facility), CDI (Corps Diplomatique International), UNWHF Blue Berets, IMU (International Money Unit) dan World Bank UNWHF. Tentu saja diduga keberadaan lembaga-lembaga tersebut adalah fiktif. Paling banyak pengikutnya di Indonesia dan Malaysia. Seminar UNWHF sudah dilakukan di puluhan kota di Indonesia sejak pertengahan 2000an.

Princess Edwige Vincent de bourbon Pahlavi mengaku sebagai pemenang nobel perdamaian 2012 dan pensiunan jenderal NATO. Ia menerbitkan paspor yang diklaim bebas visa seluruh dunia.

Tak hanya itu, ia menerima pembukaan rekening individu di World Bank UNWHF dengan cukup membayar E20, memberi gelar jenderal, dan menerbitkan dokumen pengesahan kerajaan/kraton tertentu.

Padahal, Princess Edwige Vincent de bourbon Pahlavi pernah ditangkap gara-gara penerbitan paspor palsu.

Modus klasik penipuan biasanya, harta karun Soekarno, harta amanah, dan dana World Bank untuk kerajaan maupun perorangan. Tentunya, ada bumbu bahwa World Bank fiktif ini disebutkan menyimpan dana ribuan triliun dari raja-raja jaman dulu, hak para masyarakat adat ataupun cerita lain yang tentu saja kemudian dikembangkan menurut versi mereka. 

Akun facebook AB Setiadji mengunggah dokumen-dokumen dana fiktif dan bank dunia palsu. Dalam statusnya tertulis, ” Sebagai bagian dari aksi tipu2 maka isu dana/uang sangat penting. Princess abal2 Edwige membuat World Bank UNWHF / UN World Human Facility (imajinatif fiktif tentunya, UNWHF yg asli adl UN Woman Health Facility) dan menyebut dirinya sebagai Presiden World Bank UNWHF. World Bank fiktif ini disebutkan menyimpan dana ribuan triliun (entah apa mata uangnya) dari Raja-raja jaman dulu atau hak para masyarakat adat ataupun cerita lain yang tentu saja kemudian dikembangkan dengan ciamik oleh para penipu lokal. Masyarakat dapat membuka rekening di World Bank UNWHF dengan membayar E20. Varian cerita tipu2 tentu sangat banyak, apalagi manusia2 aneh yang nampaknya sudah gila permanen macam tokoh Sunda Empire (yang nongol baru tokoh kelas rendah dan tolol idiot, belum yang bergelar Doktor beneran). Dana itu tidak ada alias fiktif. Harta Karun Soekarno, Harta Amanah, Dana World Bank untuk kerajaan/perorangan, dana UBS, UN Swissindo dsb adalah modus klasik penipuan.”

Gambar mungkin berisi: teks
Keterangan foto tidak tersedia.
Keterangan foto tidak tersedia.
Keterangan foto tidak tersedia.
Keterangan foto tidak tersedia.
Keterangan foto tidak tersedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *