Angkot Lesu, Retribusi KIR Lampaui Target

oleh -242 views
LESU: Meski angkot lesu, namun target retribusi uji kir pada Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon terealisasi. FOTO: NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON

CIREBON – Retribusi pengujian kendaraan bermotor (KIR) pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon, pada tahun 2019 lalu memenuhi target. Karena itu, pada tahun 2020 optimis dengan pencapaian rertribusi yang diperkirakan akan melampaui target yang sudah ditetapkan, sebesar Rp2,2 miliar.

“Meski kondisi angkot, angdes (angkutan pedesaan) lesu. Seperti kata peribahasa hidup segan mati tak mau. Kami tetap optimis retribusi KIR tahun 2020 tetap terealisasi. Targetnya sama seperti tahun kemarin yakni Rp2,2 miliar,” ungkap Eddy Suzendi SH selaku Kepala Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor Bidang Keselamatan pada Dishub Kabupaten Cirebon, saat dijumpai Radar Cirebon, Rabu (12/2).

Diketahui, Kir atau keur (bahasa Belanda) adalah pengujian kendaraan bermotor untuk mengetahui apakah memenuhi spesifikasi teknis yang dibutuhkan atau tidak. Uji coba ini berada di bawah otoritas Dinas Perhubungan. Kendaraan yang diharuskan melakukan uji kir adalah angkutan umum/plat kuning. Kendaraan yang tak lolos uji kir tidak boleh beroperasi, atau memperbaiki kendaraannya terlebih dulu.

“Kendaraan yang wajib uji kir di Kabupaten Cirebon ada 20 ribu unit. Untuk jenis angkutan umum seperti angdes, angkot ada sekitar 20 persen. Target retribusi KIR untuk angkot memang tidak tercapai, tapi dari jenis kendaraan yang lainnya tercapai malah melebihi,” tutur Eddy.

Guna meningkatkan capaian retribusi, pihaknya melakukan operasi kendaraan bagi yang tidak melakukan uji KIR. Salah satu upaya yakni operasi kendaraan yang tidak melakukan uji KIR. “Kita lakukan jemput bola dan pembinaan. Bila mana tidak membayar uji KIR, maka akan dikenai denda 2 persen,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu supir Angkot, Asep menuturkan, saat ini angkot dan angdes tengah mengalami kelesuan akibat gempuran transportasi online dan ojol (ojek online).

“Saat ini sudah tidak ada angkot baru, adanya angkot lama semua. Tidak ada peremajaan adanya pemeliharaan, angkot wis pada bodol (sudah pada rusak), lama kelamaan karena lesu suatu saat angkot jadinya di rongsok, makanya untuk bayar uji KIR juga ogah-ogahan karena memang untuk kejar setoran saja susah,” katanya. (via)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *