Beredar Video Prajurit TNI Rebut Pistol Milik Polisi, Ini Penjelasannya

oleh -659 views
Tangkapan layar dari sebuah video yang memperlihatakan seorang prajurit tentara yang merebut pistol milik anggota polisi di Majene.(TWITTER/@HIDAYAT_Y28)

JAKARTA-Sebuah video viral di media massa. Video tersebut menggambarkan anggota TNI dan Polri tengah berseteru. Kejadian ini dilaporkan berada di Majene, Sulawesi Barat. Dilaporkan akun Instagram @indonesian_military45, video ini sudah dilihat 7.009 warganet.

Penelusuran beritaradar.com, Jumat 14 Februri 2020, akun ini menjelaskan jika peristiwa tentang pertikaian ini sebenarnya hanya kesalahpahaman semata.

“Kejadian yang sebenarnya adalah anggota TNI merebut pistol milik polisi dari sarungnya sebagai langkah pengamanan agar tidak ada penyalahgunaan,” tulis akun tersebut yang dikutip beritaradar.com.

Selain itu, kat akun tersebut diperjelas dengan pakain anggota yang hny menggunakan pakaian olahraga. “Pakaian yang digunakan anggota TNI pada saat kejadian adalah pakaian olah raga yang tidak memungkinkan adanya pembawaan senjata,” tulisnya lagi.

Sebelumnya ramai diberitakan jika terjadi pertikaian antara TNI dan Polri. Berita yang beredar jik anggota TNI menodongkan pistolnya ke polisi.

Menanggapi berita tersebut, Kapendam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Maskun Nafik. Ia mengatakan, unggahan tersebut memang benar terjadi di Majene, Sulawesi Barat pada Jumat (7/2/2020) sekitar pukul 08.50 WITA.

Maskun menjelaskan, pistol tersebut adalah milik angota polisi yang direbut oleh beberapa oknum TNI karena khawatir disalahgunakan oleh anggota polisi tersebut.

“Itu sebabnya karena salah paham saja,” kata Maskun, Kamis (13/2/2020).

Kronologi Penyebabnya, lanjut Maskun, saat itu ada anak Komandan Koramil (Danramil) Pamboang yang ditilang karena melawan arah. Danramil Pamboang tersebut bernama Kapten Inf. Purwantoro, sedangkan anaknya bernama Bayu Nugroho.

“Setelah ditilang, anak Danramil langsung menelepon ayahnya dan memberikan telepon tersebut ke anggota polisi,” jelasnya.

Perlu untuk diketahui, anggota polisi tersebut bernama Ipda Naufal Arya. Maskun mengungkapkan, karena percakapan di telepon mungkin tidak terlalu jelas, akhirnya Danramil mendatangi lokasi kejadian.

“Setelah datang, Danramil juga sempat memarahi anaknya karena dirasa malu-maluin bapaknya,” terang Maskun. Sebenarnya, imbuh dia, masalah sudah terselesaikan ketika Danramil datang ke lokasi dan menemui anggota polisi tersebut.

Maskun mengungkapkan Danramil tersebut saat ini tengah menderita penyakit jantung.

“Mungkin karena itulah, tiba-tiba saja ada sekitar 7 orang oknum prajurit TNI yang mengikutinya dan mendatangi TKP tersebut,” terangnya.

Maskun memaparkan, beberapa oknum prajurit TNI tersebut mengira ada keributan yang melibatkan Danramil dengan anggota polisi.

Hingga akhirnya, beberapa oknum prajurit TNI tersebut merebut pistol milik Ipda Naufal karena takut disalahgunakan.

Namun, Danramil akhirnya menyerahkan kembali pistol tersebut ke anggota kepolisian dan meminta maaf. Lebih lanjut, Danramil juga memberikan pemahaman kepada beberapa oknum prajurit TNI tersebut tentang kejadian yang sesungguhnya.

“Akhirnya mereka semua berjabat tangan dan saling bermaaf-maafan,” terangnya. Saat ini, ketujuh prajurit TNI termasuk Danramil telah dilakukan pemeriksaan di Kodam Hasanuddin pada Sabtu (8/2/2020).

“Yang jelas udah diperiksa, tapi belum dijatuhkan sanksi karena masih dalam pemeriksaan lanjutan,” tutupnya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *