Pemerintah Pastikan Pilot Lion Air Meninggal karena Virus Corona, Pilot dan Kru Pesawat Akan Jalani Rapid Test

oleh -164 views
Petugas bersiap sebelum melakukan sterilisasi pesawat Lion Air di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3). (Foto: Antara)

JAKARTA-Lion Air belum lama ini mengumumkan salah satu pilotnya Sutopo Putro meninggal namun maskapai belum mengetahui penyebab pasti atas kejadian tersebut. Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengungkapkan penyebab meninggalnya pilot tersebut sudah dikonfirmasi dikarenakan virus korona atau Covid-19.

“Menko Maritim sudah menghubungi Dirjen Perhubungan Udara dan membahas mengenai kasus meninggalnya kapten Sutopo ini,” kata Jodi, Selasa (24/3) malam.

Jodi mengatakan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto sudah melakukan identifikasi. Khususnya identifikasi terhadap orang yang melakukan pengawasan dengan pilot Lion Air Sutopo Putro.

Setelah kejadian tersebut, Jodi memastikan maskapai yang bersangkutan sudah melakukan upaya pencegahan. “Mereka sudah melakukan disinfektan terhadap pesawat sesuai dengan panduan ICAO,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Jodi Mahardi mengatakan akan dilakukan rapid test atau tes masif virus Corona (Covid-19) kepada para pekerja di perusahaan penerbangan. Langkah tersebut dilakukan dalam merespons kasus seorang pilot meninggal dunia dalam kondisi positif virus Corona.

“Langka selanjutnya adalah dalam waktu dekat akan segera dilakukan rapid test kru untuk para personel baik dalam penerbangan internasional maupun domestik dan juga untuk pesawat kargo dan penumpang,” kata Jodi dalam konferensi video kepada wartawan yang dikutip Rabu (25/3/2020).

Dia menjelaskan, kemarin pagi Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan sudah menghubungi Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Mereka membahas mengenai kasus meninggalnya Kapten Sutopo.

“Jadi dilaporkan oleh Dirjen Perhubungan Udara, bahwa mereka sudah melakukan identifikasi terhadap para orang dalam pengawasan yang melakukan interaksi dengan Kapten Sutopo, dan mereka juga sudah melakukan desinfektan terhadap pesawat sesuai dengan guideline dari International Civil Aviation Organization,” jelasnya.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan sudah mengonfirmasi kabar meninggalnya pilot tersebut kepada maskapai bersangkutan. Saat itu, Novie tidak bisa menyebutkan nama maskapai bersangkutan. Sekarang Jodi sudah menyebutkan nama pilot meninggal tersebut dan sesuai dengan pernyataan dari Lion Air.

Novie mengaku sudah memberikan surat resmi dari Kemenhub agar menerapkan SOP sesuai kaidah penerbangan internasional yang berlaku dan protokol kesehatan. “Misalnya Pak Menhub kan kemarin ketularan, saya pernah dekat, maka saya masuk ODP. Saya harus cek dan menjalani prosedur juga,” jelas Novie, Senin (23/3) malam.

Novie menjelaskan, hal tersebut perlu dilakukan untuk mengetahui siapa yang berpotensi tertular. Termasuk mengetahui siapa copilot yang pernah terbang dengan pilot tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan pilotnya yang bernama Sutopo Putro dinyatakan meninggal dunia kurang lebih pukul 17.50 WIB pada Ahad (22/3). Dalam pernyataan yang diterima beritaradar.com pada Senin (23/3), Danang mengatakan belum menerima informasi yang pasti mengenai penyebab atas meninggalnya almarhum Sutopo Putro.

“Lion Air menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam atas kepergian salah satu penerbang terbaik yakni Capten Sutopo Putro. Semoga keluarga dan karib kerabat yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Danang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *