Jelajah Religi ke Istana Siak Sri Indrapura di Riau

oleh -587 views
Istana Siak (pesonatravel.com)

ISTANA yang berada di Kabupaten Siak, Provinsi Riau ini menjadi destinasi wisata unggulan di kota berjuluk Kota Matahari Timur. Banyaknya peninggalan pada masa Kerajaan Siak tempo dulu menjadi daya tarik utama di objek wisata kebudayaan dan sejarah ini.

Istana Siak Sri Inderapura merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun pada 1889, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim. Kerajaan Siak berdiri lebih dari dua abad, yaitu pada 1723 hingga 1946.

Istana peninggalan Kesultanan Siak Sri Inderapura selesai dibangun pada 1893. Istana ini kini masuk wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Siak. Kompleks istana memiliki luas sekitar 32.000 meter persegi, terdiri dari empat istana yaitu Istana Siak, Istana Lima, Istana Padjang, dan Istana Baroe. Istana Siak sendiri memiliki luas 1.000 meter persegi.

Arsitektur Istana Siak bercorak Melayu, Arab, dan Eropa. Bangunannya terdiri dari dua lantai. Lantai bawah dibagi menjadi enam ruangan sidang, di antaranya ruang tunggu para tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, satu ruangan di samping kanan adalah ruang sidang kerajaan, juga digunakan untuk ruang pesta.

Di lantai atas terbagi menjadi sembilan ruangan, berfungsi untuk istirahat Sultan serta para tamu istana. Di puncak bangunan terdapat enam patung burung elang sebagai lambang keberanian Istana. Sementara pada halaman istana masih dapat dilihat delapan meriam menyebar ke berbagai sisi-sisi halaman istana, kemudian di sebelah kiri belakang istana terdapat bangunan kecil yang dahulunya digunakan sebagai penjara sementara.

“Tahukah Anda jika ada komet di dalam Istana Siak Riau?
Kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun pada 1889 dan selesai dibangun pada 1893 ini memiliki beberapa patung yang merupakan replika. Di dalamnya terdapat banyak sekali cermin yang digantung di dinding. Penasaran dengan koleksi benda antik lainnya? Yuk, rencanakan perjalananmu ke Istana Siak Riau!” tulis Instagram @Pesonaid_travel, dikutip Sabtu (29/6/2019).

Memasuki ruangan tengah Istana Siak, Anda akan melihat beberapa patung yang merupakan replika suasana ketika Sultan Siak sedang berbincang dengan tamu atau para bawahannya. Di sebelah kiri, terdapat ruangan kristal yang berisi meja makan yang terbuat dari kristal asli.

Di ruangan ini juga terdapat banyak sekali cermin yang digantung di dinding. Ada lebih dari 10 cermin berukuran besar. Cermin ini dimaksudkan sebagai pemantul cahaya, baik cahaya matahari dari luar maupun cahaya dari lampu kristal di tengah ruangan yang di jaman dahulu kala yang masih menggunakan lilin.

Di ruangan lainnya, ada sebuah benda yang tidak boleh dilewatkan, yaitu alat musik kuno bernama Komet. Saat ini hanya tersisa dua di dunia, satunya lagi berada di Jerman. Alat musik berbentuk lemari setinggi hampir 2 meter ini dibawa dari Jerman pada 1896 oleh Sultan Siak XI, Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil.

Alat musik ini terawat dengan baik dengan beberapa koleksi piringan baja sebagai sumber musiknya. Secara berkala di momen-momen spesial, alat musik ini diputar untuk diperdengarkan kembali suara musik dari Beethoven, Mozart, dan Richard Krauss yang masih terdengar merdu dan indah.

Kabupaten Siak terletak sejauh 94 kilometer dari ibu kota provinsi Riau, kota Pekanbaru. Untuk mengunjungi Siak bisa ditempuh lewat jalur sungai dengan mengunakan speedboat dan jalur darat dengan menggunakan bus dari kota Pekanbaru. Kedua jalur ini memiliki waktu tempuh yang hampir sama, yaitu 2 jam hingga 2 jam 30 menit. Lokasi istana Siak terletak tidak jauh dari pelabuhan, hanya sekitar 500. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *