#DiRumahAja, Ini Tips Merawat Mobil yang Terparkir Lama

oleh -429 views

JAKARTA – Wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia membuat pemerintah mengeluarkan aturan untuk tetap tinggal di rumah guna memutus mata rantai penularannya. Himbauan tersebut membuat mobil kesayangan tidak bisa digunakan dalam jangka waktu yang belum dapat dipastikan.

Auto2000, selaku salah satu dealer terbesar Toyota memberikan beberapa tips untuk menjaga kendaraan agar tetap prima ketika terparkir di rumah. Pasalnya, terdapat beberapa hal-hal kecil yang mungkin dapat mempengaruhi kinerja kendaraan.

“Ada beberapa risiko yang harus diwaspadai saat Auto Family [konsumen] memarkirkan kendaraan dalam jangka waktu lama, seperti ban kempis atau kemasukan binatang liar,” ujar jelas Ricky Martawijaya, Aftersales Division Head Auto2000, dilansir laman resmi, Minggu (10/5/2020).

Berikut ini adalah beberapa tips memarkir dan merawat kendaraan di rumah:

1. Pilih lokasi parkir yang memiliki atap

Parkir paling aman bagi kendaraan adalah di dalam garasi yang memiliki atap. Mobil dapat terhindar dari paparan sinar matahari langsung yang dapat menyebabkan cat memudar. Selain itu, atap membantu kendaraan terhindar dari hujan yang jika sering terjadi akan menyebabkan water spot atau jamur pada kaca dan bodi mobil.

Lelehan air hujan juga bisa menyelinap di sela-sela bodi mobil seperti dudukan pelat nomor, gril, hendel pintu dan tutup tangki bensin, dan celah antara pintu dan bodi mobil. Selain kotor, air yang masuk lewat celah pintu bisa meninggalkan bau tidak sedap jika tidak dibersihkan.

2. Cuci mobil bagian luar dan dalam

Walaupun hanya diparkir di rumah, mobil tetap bisa kotor karena debu atau air hujan. Untuk itu, konsumen bisa mencuci mobil minimal seminggu sekali. Cuci mobil disarankan tidak hanya pada bagian luar saja tetapi juga bagian dalam kendaraan dengan memanfaatkan vacuum cleaner untuk membersihkan debu, terutama bagian kolong kabin.

Keluarkan karpet dan cuci hingga bersih. Auto Family bisa melapisi cat mobil dengan wax untuk menjaga kondisi cat dan melindungi dari risiko kerusakan akibat terpaan sinar matahari, air hujan, dan baret.

3. Waspadai binatang liar

Mobil yang didiamkan dalam jangka waktu lama menjadi lembab, dan itu menjadi lokasi yang ideal untuk tempat tinggal binatang liar di sekitar rumah seperti tikus, kecoa, dan semut. Binatang pengerat seperti tikus sanggup menggigit kabel dan merusak sistem kelistrikan, sementara kecoa dan semut mengakibatkan kabin kotor dan rusak karena mampu menyelinap masuk ke dalam dan berkembang biak di sana.

Upaya pencegahan yang paling mudah adalah dengan meletakkan bahan pengusir binatang tersebut di luar mobil. Konsumen bisa memesannya secara online atau membelinya di pet shop dekat rumah.

4. Keluarkan barang pribadi dari kabin

Sembari mencuci mobil, lakukan inspeksi ke dalam kabin mobil. Keluarkan makanan dan minuman yang tertinggal karena akan menimbulkan bau tidak sedap dan mengundang binatang liar datang. Keluarkan pula barang pribadi seperti kartu E-Toll, kacamata, pemantik api, dan barang berharga lainnya untuk menghindari dari risiko tidak terduga seperti kemalingan atau kebakaran.

5. Perhatikan tekanan ban sesuai standar

Tekanan angin ban mobil yang berdiam di rumah akan berkurang lebih cepat ketimbang ban yang dipakai setiap hari. Konsumen harus rajin mengecek dan mengisinya sesuai standar yang ditetapkan. Agar tidak repot, konsumen bisa memanfaatkan pengisi angin ban portabel yang banyak dijual secara online.

6. Hindari penggunaan rem parkir

Ada kasus di mana kampas rem menempel kuat ke bagian dalam teromol dan sulit lepas karena mobil diparkir terlalu lama. Oleh sebab itu, lepaskan rem parkir atau rem tangan dan ganjal ban dengan balok kayu.

7. Isi tangki bensin full

Bahan bakar di dalam mobil yang ditinggal dalam jangka waktu lama tidak bisa dibiarkan kosong karena akan mengakibatkan terjadinya oksidasi dan membuat karat timbul di dalam tangki bensin. Sebaiknya, isi penuh bahan bakar untuk mengurangi risiko karat.

8. Jangan melepas kabel baterai

Mobil tetap butuh pasokan listrik meski tidak dipakai dalam jangka waktu lama, seperti untuk mengaktifkan alarm, sehingga tidak perlu melepas kabel ke terminal aki. Selain itu, mesin mobil tetap harus dipanaskan setidaknya seminggu sekali selama sekitar 15 menit untuk mengisi arus aki supaya tidak tekor dan memberikan kesempatan pada oli mesin untuk bersirkulasi.

Silakan bawa mobil keliling lingkungan rumah agar ban berputar dan menghindarinya dari kerusakan akibat ban hanya bertumpu di satu titik dalam jangka waktu lama.

9. Waspadai kebocoran

Lakukan pemeriksaan secara berkala ke seluruh bagian mobil, seperti ruang mesin, kabin, hingga bagian kolong untuk memastikan tidak ada kebocoran. Periksa pula apakah ada lelehan oli mesin atau tabung penyimpan cairan mobil yang berkurang drastis sebagai tanda awal kerusakan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *