2 Bulan Lockdown, Begini Nasib Barang-barang Branded di Mall Malaysia, Rusak Berjamur

oleh -414 views

JAKARTA-Negeri Jiran Malaysia menerapkan Lockdown selama hampir 2 bulan. Begini nasib barang-barang yang ada di mall-mall.

Seorang warganet, akun Facebook bernama Nex Nezeum mengunggah barang bermerk pada sebuah toko aksesoris lelaki. Mulai dari sepatu sampai ikat pinggang. Hampir semuanya berjamur karena selama 2 bulan tidak dirawat.

Negeri jiran ini telah menerapkan lockdown untuk membatasi penyebaran wabah covid-19. Baru-baru ini juga terdapat kontrol pergerakan Malaysia (MCO) atau lockdown yang akan diperpanjang hingga 9 Juni 2020.

Perintah lockdown ini diberlakukan pada tanggal 18 Maret dan akan menjadi perpanjangan yang ke empat.

Seperti yang telah dijelaskan oleh laman resmi Mothership, bahwa hampir dua bulan memasuki sistem lockdown, segalanya di sana tidak terlihat bagus, terutama di pusat-pusat perbelanjaan.

Pendapatan bisnis tidak hanya merosot tajam, barang-barang departemen store di Malaysia juga terpapar dalam kondisi yang tidak seperti apa yang telah dialami ketika orang di sekitar harus memastikan tingkat pemeliharaan dasar.

Mereka harusnya mengemas barang-barang dengan benar.

Apa yang terjadi pada barang-barang di pusat perbelanjaan modern itu sekarang jadi tampak mengejutkan.

Produk-produk yang terpajang telah berubah berjamur.

Seperti postingan salah satu seorang pengguna Facebook, yang membagikan postingan kondisi produk-produk yang subur ditumbuhi jamur, pada tanggal 10 Mei 2020.

Pemilik akun Facebook Nex Nezeun ini memposting beberapa produk yang telah berjamur dan dalam kondisi tertata rapi di pajangan.

“Bisa buka toko juga tidak ada gunanya… Bagus-bagus semua jadi rusak setelah ditinggal di toko selama 2 bulan,” tulisnya.

Sontak postingan ini pun menjadi viral di media sosial.

Postingan Nex Nezeum pun telah dibagikan sebanyak lebih dari 42 ribu kali.

Dalam foto-foto yang diunggah oleh Ne Nezeum tersebut menunjukkan tingkat pertumbuhan jamur pada beberapa produk kulit atau kulit imitasi di sebuah toko serba ada yang ditutup selama beberapa minggu hingga sekarang.

Tampak beberapa tas benar-benar berjamur, karena lapisan zat jamur putih yang kelihatan tumbuh dan menyebar untuk menempati seluruh barang dagangan berbahan kulit (kulit imitasi).

Jelas bahwa beberapa produk lebih terpengaruh daripada jenis yang lain.

Pada barang senilai RM 678, tas ini benar-benar ditumbuhi sejenis jamur yang lebat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apa yang terjadi pada produk yang terbuat dari 100 persen kulit asli tanpa campuran bahan sintetis.

Tampak beberapa sepatu juga bernasib sial, dan tampak beberapa yang terpajang bernasib jauh lebih buruk daripada yang lainnya.

Beberapa warganet juga berspekulasi bahwa salah satu alasannya adalah mungkin karena peningkatan kelembaban.

Warganet berasumsi bahwa AC telah dimatikan dan kurangnya penanganan produk yang memungkinkan debu jadi menumpuk.

Beberapa produk kulit lainnya yang juga diselimuti jamur adalah sabuk, dompet, bahkan kursi.

Ada banyak warganet yang berkomentar mengenai kebenaran klaim dan asal-usul foto-foto tersebut.

Namun, diketahui bahwa foto-foto itu kemungkinan diambil dari Metrojaya Suria Sabah.

“Sekarang kamu tahu, itu adalah kulit asli,” sindir @Anthony Lam.

“Aku akan berasumsi ini adalah di sekitar Metrojaya di Selangor, Kuala Lumpur,” komentar @Zim Hangmen Kajima.

“Wow, mereka punya sebuah masalah jamur mayor,” kelakar @Patrick Ong.

“Mmmm lebih baik bersihkan itu atau jual saja dengan sedikit diskon,” saran @Version Fenrir.

“Sungguh akhir dari dunia. Sedikit polesan akan membuat jamur menyingkir,” tulis @Harry Teh.

“Beri 70% atau 80% diskon untuk meyakinkan orang, juga pajak,” gurau @Maxwell Venthuaz. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *