Di Penghujung Ramadhan

oleh -140 views

RAMADHAN nan suci akan berakhir dalam hitungan hari. Tentu ini menjadi kesedihan bagi setiap muslim, karena mereka akan berpisah dengan bulan sangat mulia. Ramadhan adalah bulan pengampunan lagi kaya akan kebaikan.

Setiap muslim berharap agar Allah memberikan kesepatan bagi mereka untuk bisa merasakan Ramadhan tahun depan. Harapan ini yang selalu diutarakan ketika ingin berpisah dengan Ramadhan.

Diambil dari buku Panduan Dan Koreksi Amal Ibadah Di Bulan Ramadhan karya Arif Fathul Ulum bn Ahmad Saifullah, Majelis Ilmu, dan sesungguhnya jika telah berakhir bulan Ramadhan maka sesungguhnya amalan seorang mukmin tidak berakhir kecuali jika telah datang kematian padanya, Allah ta’ala berfirman

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ (٩٩)

“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (Qs. Al Hijr: 99)

Dan Allah ta’ala berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (١٠٢)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Qs. Ali Imran: 102)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“Jika salah seorang dari kalian mati maka terputuslah amalannya.” (HR Muslim)

Maka tidak ada batas amalan seorang mukmin kecuali datangnya kematian.

Jika telah berlalu puasa ramadhan maka seorang mukmin tidaklah terputus dari ibadah puasa, bahkan ibadah puasa tetap disyariatkan sepanjang tahun.

Disyariatkan berpuasa 6 hari di bulan syawal sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Barang siapa yang puasa ramadhan dan diikuti dengan enam hari dari bulan Syawal maka seakan-akan seperti puasa sepanjang masa.” (HR. Muslim)

Disyariatkan berpuasa tiga hari di setiap bulan sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

“(Puasa) tiga hari setiap bulan dan Ramadhan bingga Ramadhan (berikutnya) maka ini puasa sepanjang masa.” (HR. Muslim)

Disyari’atkan berpuasa Arafah (tanggal 9 Dzulhijah) yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Menghapus dosa tahun yang lalu dan berikutnya.” (HR. Muslim)

Disyari’atkan berpuasa Asyura (tanggal 10 Muharram) yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Menghapus dosa satu tahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Disyari’atkan berpuasa hari Senin dan Kamis yang disabdakan Rasulullah shalalllahu ‘alaihi wa sallam

“Dipaparkan amalan-amalan pada hari Senin dan Kamis maka aku suka dipaparkan amalanku dalam keadaan aku berpuasa.” (HR. Tirmidzi dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’)

Jika telah berlalu salat malam di bulan Ramadhan maka sesungguhnya shalat malam tetap disyai’atkan di malam-malam bulan lainnya sepanjan tahun sebagaimana disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Wahai manusia sebarkanlah salam, sedekahlah makanan, sambunglah tali kekerabatan, dan shalatlah di waktu malam tatkala manusia sedang tidur, maka kalian akan masuk surga dengan keselamatan.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’)

Bersungguh-sungguhlah wahai saudara-saudaraku dalam mengerjakan ketaatan-ketaatan dan menjauhi segala macam dosa dan kemaksiatan agar kita semua mendapatkan kebahagiaan di dunia dan pahala yang melimpah di hariperhitungan. Allah ta’ala berfirman

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٩٧)

“Barang siapa yang mengerjakan amal salih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaa beriman, maka sesunguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kejakan.” (Qs. An Nahl: 97)

Ya Allah, teguhkanlah kami diatas keimanan dan amal salih, hidupkanlah kami dalam kehidupan yang baik, dan wafatkanlah kami dalam keadaan Islam dan gabungkanlah kami dengan orang-orang salih. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin wa shallallahu ‘ala nabiyyina muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *