Raja dari Segala Awan ‘Cumulonimbus’ Disebut Al Quran

oleh -340 views
NOAA/AOML/Hurricane Research Division. - NOAA Photo Library: fly00890

JAKARTA-Awan Cumulonimbus menjadi perbincangan pascatragedi AirAsia QZ8501. Pesawat yang mengakut 155 penumpang dari Surabaya menuju Singapura itu disebut-sebut jatuh karena terjebak Cumulonimbus. AirAsia QZ8501 diduga melakukan manuver mendaki tajam sebelum akhirnya jatuh.

Dilansir dari laman ilmupengetahuan.org, awan Cumulonimbus adalah awan yang berbentuk seperti bunga kol, berwarna abu-abu gelap yang menggantung di langit. Nama awan cumulonimbus diambil dari bahasa latin Cumulus yang artinya tumpukan dan Nimbus yang artinya awan badai atau hujan badai. Pada saat pancaroba biasanya cuaca pada pagi hari cerah dan terik disertai dengan kelembaban tinggi yang akan menyebabkan rasa gerah. Pada waktu inilah, proses pembentukan awan cumulonimbus tengah berlangsung. Awan akan terus berkumpul yang semakin lama semakin membesar.

Terjadinya awan cumulonimbus terbentuk dari hasil ketidakstabilan atmosfer. Awan ini terbentuk secara sendiri ataupun berkelompok dan gesekan-gesekan partikel menimbulkan adanya muatan listrik serta berbentuk petir yang keluar dari jantung awan dan apabila terkumpul besar bisa mengakibatkan badai petir. Adapun secara singkat terbentuknya Awan Cumulonimbus memalui proses berikut :

  1. Awan didorong oleh angin: Awan cumulonimbus mulai terbentuk ketika angin mendorong beberapa awan kecil (awan cumulus) ke daerah tempat berkumpulnya awan-awan ini.
  2. Penyatuan: Setelah itu awan-awan kecil ini bergabung, menyatu dan membentuk awan yang lebih besar.
  3. Penumpukan: Ketika awan-awan kecil ini bersatu, dorongan ke atas pada bagian dalam awan yang semakin besar ini meningkat. Dorongan ke atas pada bagian tengah awan lebih kuat dibandingkan dengan pada bagian pinggir. Akibat penumpukan ini membuat tubuh awan akan semakin membesar dan tumbuh secara vertikal dan mencapi pada daerah yang lebih dingin pada lapisan atmosfer atas.

Saat atmosfer dipenuhi awan inilah semua penerbangan vital seperti peluncuran pesawat satelit atupun pesawat luar angkasa ulang alik akan dihentikan. Tetapi untuk penerbangan komersial memang susah untuk dihentikan, biasanya jadwal penerbangan akan ditunda. Karena awan ini juga dapat terbentuk kapan saja saat partikel atmosfir tidak stabil mengakibatkan seseorang pilot harus menghindar pada saat pesawat sudah berada di atas dan biasanya Awan Cumulonimbus terbentuk sangat tinggi, biasanya pesawat akan menghindar dengan cara terbang melebar atau mengitari awan.

Hebatnya, awan Cumulonimbus sudah dijelaskan dalam Al Quran. Dalam buku ‘Miracles of Al-Qur’an & As-Sunnah’, karakteristik awan ini mirip seperti yang digambarkan dalam salah satu ayat Alquran.

“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan,” Surah An Nur Ayat 43.

Awan Cumulonimbus merupakan awan tebal vertikal yang menjulang tinggi, padat, dan mirip gunung atau menara. Bagian pucuk awan ini berserabut, tampak berjalur-jalur dan hampir rata, melebar mirip bentuk landasan yang disebut anvil head (anvil top).

Awan ini terlibat langsung dalam badai petir dan cuaca ekstrem lainnya. Awan ini terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer. Awan-awan ini dapat terbentuk sendiri, secara berkelompok atau di sepanjang  front dingin di garis squall.

Awan Cumulonimbus dapat menghasilkan petir melalui jantung awan dan badai petir yang ditakuti para penerbang. Terdapat updraft dan downdraft, sehingga memungkinkan terjadi sirkulasi.

Gesekan partikel awan di dalamnya dapat menimbulkan muatan listrik. Wajar apabila awan Cumulonimbus ditakuti penerbang, karena awan ini paling sering membuat bencana.

Awan ini satu-satunya yang bisa menghasilkan muatan listrik tornado alias puting beliung. Fenomena alam yang kerap terjadi akibat Cumulonimbus antara lain timbulnya kilat dan guntur, hujan lebat, angin kencang, bahkan bisa menimbulkan hujan es. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *