Bukan hanya Galwan di India, Inilah Daftar Panjang Sengketa Wilayah di Perbatasan Cina

oleh -125 views

JAKARTA-Insiden tentara India dan Cina di Lembah Galwan semakin memanaskan hubungan dua negara raksasa Asia terkait sengketa perbatasan.

Komandan militer pasukan India dan Cina telah mengadakan beberapa perundingan untuk menyelesaikan kebuntuan di empat titik perselisihan di Ladakh timur. Pertemuan-pertemuan di Patroli Point 14 wilayah Galwan, tempat bentrokan berdarah pada Senin malam yang menewaskan 20 tentara India dan dari pihak Cina yang tidak dilaporkan jumlahnya, telah membantu menurunkan ketegangan di perbatasan tetapi kedua belah pihak adalah jauh dari resolusi damai. Setelah insiden ini, kedua militer semakin memperkuat diri di perbatasan Lembah Galwan.

India bukan satu-satunya negara yang bersengketa wilayah perbatasan dengan Cina, dan berikut adalah sengketa perbatasan Cina dengan negara Asia lain, seperti dilansir dari Hindustan Times, 20 Juni 2020.

Bhutan

Perselisihan terakhir antara India dan Cina adalah karena perambahan dan kegiatan pembangunan Beijing di Doklam, di persimpangan India-Bhutan-Tibet, yang berlanjut selama 73 hari.

Cina mundur sebagai bagian dari perjanjian damai antara India dan Cina tetapi menurut banyak laporan, kembali melakukan pembangunan. Ada perambahan serupa, kegiatan konstruksi dan kasus-kasus di mana patroli Cina telah mengintimidasi para penggembala Bhutan dari mengakses tanah padang rumput di dalam wilayah Bhutan di sektor-sektor perbatasan Bhutan-Cina lainnya.

Laut Cina Selatan

Cina semakin gencar mengencangkan kontrol penuh atas Laut Cina Selatan yang kaya sumber daya alam dan rute ekonomi internasional. Klaim Cina atas perairan berdasarkan “hak bersejarah” dan telah ditolak oleh putusan arbitrase 2016, tetapi itu tidak menghentikan Cina dari upaya memperkuat militerisasi zona tersebut.

Laut Cina Selatan adalah salah satu jalur perdagangan maritim tersibuk di dunia yang berfungsi sebagai jalur perdagangan tahunan senilai US$ 3,5 triliun (Rp 49 ribu triliun), menyiratkan bahwa klaim teritorial ini bukan hanya berdampak pada tetangganya, tetapi juga sejumlah besar negara.

Laut Cina Timur

Cina memiliki perselisihan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dengan Korea Utara, Korea Selatan, dan Jepang di Laut Kuning (Korea Utara/Korea Selatan) dan Laut Cina Timur (Korea Selatan/Jepang). Selain itu, Cina mengklaim Kepulauan Senkaku/Diaoyu Jepang. Kawasan ini semakin dilalui perdagangan regional yang besar dan global, dan klaim Cina atas kawasan itu bisa mempengaruhi lebih banyak negara di luar wilayah yang bersengketa.

Nepal

Sekitar waktu yang sama ketika Kathmandu keberatan dengan peta baru yang dikeluarkan oleh India tahun lalu, Departemen Survei Nepal menuduh Cina telah merambah tanah Nepal di distrik utara Humla, Rasuwa, Sindhupalchowk dan Sankhuwasabha.

Ada protes terhadap Cina di Nepal setelah laporan survei ini bocor, tetapi partai komunis Nepal enggan membesarkan perselisihan perbatasan dengan Cina yang telah menanam investasi besar ke Nepal.

Cina juga telah memulai latihan untuk mengukur ketinggian Gunung Everest dan memasang peralatan telekomunikasi untuk menyediakan layanan 5G di atasnya. Pada bulan Mei, China Global Television Network milik pemerintah mengklaim Gunung Everest sebagai bagian dari Cina dalam sebuah twit, meski segera dihapus setelah memancing kemarahan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *