Hagia Sophia Jadi Masjid, Protes Keras Menlu Cyprus dan Gereja Kristen Ortodoks Timur

oleh -242 views
Interior Hagia Sophia

CYPRUS-Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengalihfungsikan Museum Hagia Sophia di Istambul Turki, menjadi Masjid. Keputusan itu diumumkan
Jumat (10/7).

Keputusan Erdogan menuai kritik keras dari kalangan pemeluk Kristen Ortodoks. Menteri Luar Negeri Cyprus, Nikos Christodoulides, melalui akun Twitter mencuitkan kecaman atas keputusan Erdogan tersebut.

“Sangat mengecam keras keputusan Turki terkait Hagia Sophia sebagai upaya untuk menarik perhatian di dalam negeri dan meminta Turki untuk menghormati kesepakatan internasional,” kata Nikos.

Nikos melanjutkan tindakan Turki “memicu pelanggaran terhadap kesepakatan internasional dengan mengubah Hagia Sophia, yang merupakan situs warisan dunia, dan juga simbol pemeluk keyakinan Kristen Ortodoks”.

Sementara itu, pemimpin Gereja Kristen Ortodoks Timur di Istanbul, Patriarki Bartholomew I, mengatakan bahwa pengubahan status Hagia Sophia menjadi masjid bisa memicu pertikaian antarpemeluk agama.

Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, Patriarki Kirill, meminta supaya status Hagia Sophia dikembalikan seperti semula supaya menjadi lokasi yang netral. Kirill mengatakan Hagia Sophia adalah tempat suci bagi penganut Kristen Ortodoks.

“Penduduk Rusia mayoritas pemeluk Kristen Ortodoks, maka dari itu apa yang terjadi dengan Hagia Sophia akan menyakiti penduduk Rusia,” kata Kirill, seperti dilansir Associated Press.

Bangunan bersejarah ini mempunyai masa yang panjang. Awalnya bangunan ini merupakan peninggalan arsitek Kekaisaran Bizantium. Kemudian diubah sebagai sebuah gereja di antara tahun 532-537 atas perintah Kaisar Rowami Timur Yustinianus I.

Kemudian Pada 1453 M, Konstantinopel ditaklukan Sultan Mehmed II, (Turki tsmani). Sultan kemudian memerintahkan pengubahan gereja utama Kristen Ortodoks itu menjadi masjid. Dikenal sebagai Aya Sofya dalam ejaan Turki, atau yang sekang dikenal Hagia Shopia.

Kemudian, emerintah Turki di bawah kepemimpinan mendiang Presiden Mustafa Kemal yang beraliran nasionalis sekuler memutuskan menjadikan Masjid itu sebagai museum.

Hingga kemudian di era Erdogan, kembali diubah menjadi Masjid. Erdogan diduga melakukan hal itu untuk meningkatkan pamor politiknya di kalangan basis pendukungnya yang sebagian besar umat Muslim. Menurut hasil jajak pendapat lembaga Riset Ekonomi Istanbul pada Juni lalu, ada 46.9 responden yang setuju Hagia Sophia difungsikan sebagai masjid. Sedangkan 38.8 persen responden menginginkan Hagia Sophia tetap menjadi museum. (AFP/AP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *