Panen Raya Tolok Ukur Kebangkitan Ekonomi Temanggung

oleh -149 views
Arel tanaman tembakau di Kabupaten Temanggung tahun ini turun sekitar 4.600 hektare berkaitan imbauan bupati setempat untuk mengutamakan tanaman pangan di masa pandemi COVID-19. (ANTARA/Heru Suyitno)

TEMANGGUNG – Panen raya tembakau yang tinggal menunggu hari, akan menjadi tolok ukur perekonomian di Temanggung. Sektor pertembakauan ini bisa menjadi kebangkitan ekonomi Temanggung setelah terpuruk karena terdampak Covid-19.

“Semoga saja panen raya tembakau tahun ini bagus, sehingga bisa kembali menggairahkan perekonomian di Temanggung,” ujar Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo, saat melakukan pertemuan dengan perwakilan pabrik rokok kretek PT Dj seperti dikutip dari Magelang Ekspres (Fajar Indonesia Network Grup) , Rabu (15/7) malam.

Menurut Wabup, selama ini memang tembakau menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Temanggung, sebab sebagian besar petani di Temanggung adalah petani tembakau. Oleh karena itu hasil panen raya tembakau selalu ditunggu-tunggu oleh petani dan masyarakat Temanggung.

Ia berharap, panen raya tembakau harganya bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, jangan seperti harga komoditas pertanian lainnya yang selama pademi Covid -19 harganya jatuh.

“Sebelumnya dari hasil pertanian bawang tidak laku, lombok tidak laku, apalagi terus ada Covid-19 perekonomian masyarakat Temanggung semakin terpuruk. Maka pihaknya berharap sektor pertembakauan menjadi harapan kebangkitan perekonomian,” katanya.

Wabup mengatakan, tembakau menjadi salah satu andalan terakhir bagi petani dan masyarakat Temanggung tahun ini. Sementara bantuan-bantuan dari pemerintah ada JPS, BLT, itu kalau untuk keluarga masih kurang.

“Harapan kami dari djarum kudus, bisa menyerap tembakau Temanggung minimal seperti tahun-tahun sebelumnya, apalagi jika harganya bagus maka iso nggo tombo teman-teman petani khususnya,” harapnya.

Wabub menuturkan, melandainya kasus Covid-19 harus tetap dijaga agar tidak kembali naik di masa panen raya tembakau. Dengan adanya masa panen raya jangan sampai timbul klaster tembakau. Pihak pemkab siap membantu pihak pabrikan dengan menurunkan tim medis.

Bupati Muhammad Al Khadziq mengatakan, pihaknya mengajak pelaku industri khususnya PT Dj untuk bersama-sama menjaga hubungan baik dengan masyarakat yang sebenarnya sudah berlangsung sejak puluhan tahun lampau.

“Untuk kepentingan itu, maka perlunya diskusi langkah apa yang harus dilakukan untuk menciptakan situasi seperti itu (tentram, aman), soal harga tembakau kita mohon harga tetap bagus sesuai dengan kualitas kita yang memang bagus. Soal mekanisme pembelian monggo diatur biar aman Covid, tapi juga jangan sampai mengganggu keseimbangan supply and demand (penawaran dan permintaan). Kalau penyerapannya lambat, mengantre, maka yang terjadi pasti harga di tingkat petani jadi turun,” bebernya.

Namun diakuinya saat ini penurunan itu sebelum ada Covid sudah ada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019, Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/PMK.010/217 Tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. Saat ini penggunaan tembakau di Indonesia sudah mengerucut, untuk kretek hanya tinggal Temanggung, Madura, dan Lombok.

“Adanya PMK itu akan berpengaruh di hulunya di kalangan petani, maka harus saling menjaga bagaimana bisa diterima petani tapi juga bisa diterima perusahaan. Rencana pembelian 4.000 ton, tapi dalam praktiknya bisa lebih dari itu. Untuk harga tergantung pasar, maka disampaikan kemurnian dan keaslian tembakau Temanggung dijaga, karena rokok semakin sedikit berarti orang membeli akan lebih berhati-hati,” katanya.(set/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *