Laga Hidup Mati, Leicester City vs Manchester United

oleh -95 views
Mason Greenwood (FOTO: @Munited)

JAKARTA – Pekan terakhir Premier League 2019/2020 akan menyajikan laga hidup mati antara Leicester City vs Manchester United. Pertandingan bergengsi ini akan digelar di King Power Stadium, Ahad (26/7) pukul 22:00 WIB.

Sebuah laga syarat makna. Kedua tim tengah memperebutkan tiket Liga Champions musim depan. Pemenang dari bigmatch ini, dipastikan finis di zona empat besar klasemen Liga Primer Inggris musim 2019/2020.

The Red Devils saat ini berada di urutan ketiga klasmen, dengan mengantongi 63 poin. Sementara The Foxes menempati posisi kelima, dengan koleksi 62 poin tertinggal satu poin dari Chelsea yang sama-sama memiliki 63 poin dengan MU. Artinya, ketiga tim berjuang untuk dua posisi, dengan Chelsea menjamu Wolverhampton Wanderers pada jam yang sama.

Dengan memiliki keunggulan satu angka atas The Foxes, The Red Devils praktis hanya membutuhkan skor imbang atau mendapatkan kemenangan untuk bisa memastikan diri meraih satu tiket. Sedangkan tuan rumah memerlukan angka penuh agar bisa masuk empat besar.

Namun, jika Leicester hanya mampu meraih hasil imbang, maka Leicester harus berharap Chelsea kalah. Pasalnya, Leicester punya selisih gol yang lebih baik daripada pasukan Frank Lampard.

MU dan Leicester sama-sama gagal menang di pertandingan terakhirnya. MU cuma imbang 1-1 melawan West Ham, sedangkan Leicester tumbang 0-3 di kandang Tottenham.

Kendati demikian, Iblis Merah tetap harus waspada. Karena The Foxes terbilang cukup kuat di King Power Stadium musim ini, memenangkan 11 dari 18 pertandingan liga mereka dan hanya menderita tiga kekalahan, sementara mereka telah memenangkan tiga dari empat pertandingan terakhir mereka di kandang.

Pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer, sudah membayangkan bagaimana tensi laga di King Power Stadium nantinya. Ia dan pasukannya, antusias menantikan drama tersebut.

“Kami ingin mendominasi pertandingan. Kami tidak akan mengubah pendekatan kami,” kata Solskkjaer, dikutip dari laman resmi klub, Sabtu (25/7).

Meski hasil seri sudah cukup bagi United untuk mengunci tiket kompetisi terelite Eropa. Namun, ‘Baby face Assassin’ (Julukan Solskjaer) menegaskan bahwa mengincar skor imbang, tidak ada dalam kamus dirinya.

“Kami ingin pergi ke sana, mencoba memenangkan pertandingan,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Leicester City, Brendan Rodgers menilai, bahwa Manchester United, memiliki beban yang lebih besar dalam persaingan menembus zona Liga Champions.

“Ada perbedaan mendasar, kami ingin ke Liga Champions, tapi klub sekelas Manchester United ada semacam kebutuhan untuk tampil di Liga Champions,” kata Rodgers dalam komentar pralaga dilansir Reuters.

“Jika Anda berbelanja sebanyak mereka, ada kewajiban untuk meraih hasil yang sesuai harapan. Kami ingin lolos, tetapi jika gagal, ini tetaplah musim yang bagus,” sambungnya.

Leicester menjadi penghuni tetap empat besar sejak September 2019. Tetapi sejak musim dilanjutkan di tengah pandemi mereka terseok-seok. Kekalahan 0-3 pada laga terakhir melawan Tottenham Hotspur sangat mempengaruhi peluang lolos ke Champions.

Hal itu tidak lepas dari cedera yang membekap sejumlah pilar penting seperti Ben Chilwell dan James Maddison. Tetapi Rodgers yakin, para pemain yang ada tampil sangat bagus hingga memaksa persaingan berlangsung hingga laga pemungkas.

“Kami kurang beruntung bahwa di periode krusial harus kehilangan sejumlah pemain terbaik di liga ini,” katanya.

“Tapi tak banyak tim yang bisa tampil relatif stabil tanpa mereka dan itu memperlihatkan bahwa pemain yang ada cukup bagus dan siap berjuang hingga detik terakhir,” pungkasnya. (der/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *