Hasil Riset: Warga Indonesia Paling Religius Sedunia

oleh -28 views
Para siswa Muslim yang mengenakan masker wajah melakukan sosialisasi jarak jauh sambil membaca Alquran di Masjid Daarul Qur’an Al Kautsar, di tengah-tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) selama bulan puasa Ramadan, di Bogor, provinsi Jawa Barat, Indonesia , 9 Mei 2020. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

JAKARTA-Penyanyi Amerika Joan Osborne pernah bertanya-tanya, “Bagaimana jika Tuhan adalah salah satu dari kita?”

Nyatanya, sebuah survei baru oleh Pew Research Center telah menemukan, pemikiran orang-orang tentang korelasi antara agama dan moralitas terbilang variatif di seluruh dunia.

Survei yang dilakukan dengan 38.426 orang di 34 negara ini mengungkapkan, rata-rata 45 persen dari peserta mengatakan perlu percaya pada Tuhan untuk bermoral dan memiliki nilai-nilai yang baik.

Namun, responden di negara-negara dengan produk domestik bruto (PDB) yang lebih rendah lebih cenderung mengatakan, kepercayaan kepada Tuhan diperlukan untuk menumbuhkan nilai-nilai moral yang baik.

Itu adalah kasus di Kenya, yang memiliki PDB per kapita terendah dari semua 34 negara yang termasuk dalam analisis Pew Research Center (US$4,509 pada 2019). Lebih dari sembilan dari sepuluh responden (95 persen) menyatakan pandangan mereka bahwa kepercayaan akan Tuhan adalah bagian integral dari menjadi orang bermoral.

Para peneliti telah memperhatikan tren serupa di Filipina dan Indonesia, di mana 96 persen surveyor menarik hubungan lurus antara kepercayaan kepada Tuhan dan memiliki nilai-nilai yang baik alias moralitas.

Indonesia dalam riset itu berada di peringkat teratas negara paling religius. Bahkan 98 persen warga Indonesia menganggap agama penting di hidup mereka.

Tak hanya itu, Indonesia juga mengalahkan negara-negara Islam di Timur Tengah, termasuk Turki, Tunisia, dan Lebanon. Negeri kepulauan ini juga mengungguli Filipina, Nigeria, Kenya, di mana 91-93 persen respondennya menganggap agama punya peran sangat penting di hidup mereka. Kepercayaan terhadap Tuhan dan ibadah pun dianggap sangat penting, dengan persentase responden yang sepakat adalah 96 persen dan 98 persen secara berturut-turut. Berbeda dengan Israel, misalnya, yang walaupun menganggap Tuhan berperan penting dalam hidup mereka (71 persen), tetapi cenderung menganggap ibadah lebih tidak penting (54 persen), lapor Asumsi.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tingkat kepercayaan warga Indonesia terhadap Tuhan dan agama juga tidak jauh berbeda. Sepanjang 2007-2019, kepercayaan bahwa iman membuat seseorang bermoral diamini oleh 96-99 persen responden—membuat Indonesia selalu menempati tingkat teratas sebagai negara dengan warga paling religius.

Sementara itu, setidaknya delapan dari sepuluh orang Brasil dan Tunisia (84 persen) menghubungkan kepercayaan pada Tuhan dengan moralitas, sementara orang Israel terpecah dalam pertanyaan ini, dengan 48 persen dari populasi di kedua sisi.

Sebaliknya, kebanyakan dari mereka di Eropa Barat tidak menarik hubungan antara kepercayaan pada Tuhan dan moralitas. Sembilan dari sepuluh responden di Swedia melaporkan, mereka tidak berpikir ada hubungan di antara keduanya. Sebagai informasi, para peneliti menunjukkan, negara Nordik memiliki salah satu PDB per kapita tertinggi dari semua negara yang disurvei (US$55.815 pada 2019), sementara kebanyakan orang di Prancis (84 persen) dan di Inggris (79 persen) juga berpikir, kepercayaan pada Tuhan bukan bagian integral dari moralitas, seperti halnya semua 13 negara yang disurvei di Uni Eropa.

Meskipun mengejutkan bagi sebagian orang, pola ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menemukan, orang Eropa cenderung kurang religius daripada orang di banyak bagian dunia lainnya.

Lebih mengejutkan lagi, baik Rusia dan Amerika Serikat telah melihat evolusi pendapat tentang korelasi antara kepercayaan pada Tuhan dan moralitas, tetapi berlawanan arah. Rusia telah melihat peningkatan 11 poin persentase sejak 2002. Itu tampak dalam bagian orang-orang yang mengatakan, kepercayaan pada Tuhan diperlukan untuk memiliki nilai-nilai yang baik, sementara AS telah mengalami penurunan 14 poin. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *