Tahan Isak Tangis, Wali Kota Beirut Sebut Ledakan Ini Mirip Bom Hiroshima dan Nagasaki

oleh -170 views
Marwan Abboud

JAKARTA-Wali Kota Beirut Marwan Abboud tak bisa menahan tangisnya ketika memantau lokasi ledakan di Beirut, Lebanon. Ia berkata tak pernah melihat bencana seperti ini seumur hidupnya. 

“Saya tak pernah melihat kehancuran seperti ini. Ini adalah petaka nasional. Ini adalah bencana bagi Lebanon,” ujar Abboud saat diwawancara Sky News Arabia, Rabu (5/8/2020). 

Ledakan di Beirut, Lebanon, mengakibatkan terjadinya kepulan asap tinggi, sehingga pengguna media sosial menyebutnya mirip dengan bom Hiroshima. 

Marwan Abboud juga ikut berpikir demikian. “(Ini)” mirip dengan apa yang terjadi di Hiroshima dan Nagasaki,” ucapnya. 

Pemerintah pusat Lebanon menjelaskan bahwa ledakan ini terjadi di gudang penyimpanan amonium nitrat. Bahan kimia itu bisa menimbulkan ledakan jika terpapar suhu tinggi. 

Perdana Menteri Hassan Diab berkata ada sekitar 2.750 ton amonium nitrat di gudang tempat terjadinya ledakan di Beirut, Lebanon. Ia menyebut siap menghukum pelaku yang bertanggung jawab. 

Mengutip Sky News, Rabu (5/8/2020), para saksi mata mengatakan sejumlah orang terluka selama kehancuran yang meluas di seluruh kota. Ada penduduk melapor langit-langit bangunan runtuh dan jendela-jendela hancur.

Kolom asap besar terlihat menjulang di atas kota setelah ledakan.

Orang-orang yang terluka terlihat tergeletak di tanah dekat pelabuhan Beirut, menurut seorang fotografer di tempat kejadian.

Editor Sky News Timur Tengah Zein Ja’far, yang berada di pusat kota Beirut pada saat ledakan Selasa 4 Agustus sore waktu setempat mengatakan ledakan besar itu menyebabkan jendela runtuh dan membentuk seperti gua.

“Ledakan ini merobek fasad bangunan tempat kami berada, dan begitu debu mereda, kami dan orang lain di blok ini bergegas ke luar. Benar-benar pemandangan yang mengkhawatirkan,” kata Zein Ja’far.

“Suara sirene brigade pemadam kebakaran, ambulans, polisi dan juga militer telah cukup gencar selama 45 menit terakhir dan sejumlah besar layanan darurat dan pasukan keamanan bergegas ke daerah itu sekarang,” ungkap  Zein Ja’far.

“Banyak orang yang sangat linglung, sangat berlumuran darah berjalan-jalan mencoba mengumpulkan sikap mereka,” tutur editor Sky News itu.

Seorang warga setempat bernama Fady Roumieh, berdiri di tempat parkir sebuah pusat perbelanjaan sekitar 2 km (1,2 mil) timur ledakan. Dia berkata: “(Itu) seperti bom nuklir. Kerusakan begitu luas dan parah di seluruh kota”.

“Beberapa bangunan sejauh 2 km sebagian runtuh. Ini seperti zona perang. Kerusakannya ekstrem. Tidak ada satu pun jendela kaca yang utuh,” imbuh Fady Roumieh.

Ketika malam tiba, api masih menyala di distrik pelabuhan Lebanon itu, dan suara sirene ambulans terdengar di seluruh kota.   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *