Habiskan Masa Sekolah di Indonesia, Tammy Duckworth Bakal Calon Wakil Presiden Amerika Serikat

oleh -126 views
Tammy Duckworth/FB

JAKARTA-Saat ini nama Tammy Duckworth tengah menjadi perbincangan. Pasalnya, ia digadang-gadang sebagai bakal wakil calon presiden Joe Biden dalam Pemilu Amerika Serikat (AS).

Dia adalah seorang politikus dan mantan Veteran Perang Irak, yang menjabat sebagai Senator AS sejak 2017. Wanita berusia 52 tahun itu juga mantan Asisten Sekretaris Departemen Urusan Veteran AS yang termasuk di antara segelintir wanita yang menerbangkan misi tempur selama Operasi Pembebasan Irak pada tahun 2004.

Duckworth bertugas di Pasukan Cadangan selama 23 tahun sebelum pensiun dengan pangkat sebagai Letnan Kolonel pada tahun 2014. Dia terpilih menjadi Senat AS pada tahun 2016 setelah mewakili Distrik Kongres Kedelapan Illinois di Dewan Perwakilan AS untuk dua periode.

Pada tahun 2004, Duckworth dikirim ke Irak sebagai pilot helikopter Blackhawk untuk Pengawal Nasional Angkatan Darat Illinois. Pada 12 November 2004, helikopternya dihantam RPG dan dia kehilangan kedua kakinya dan sebagian lengan kanannya.

Senator Duckworth menghabiskan tahun berikutnya untuk memulihkan diri di Walter Reed Army Medical Center. Setelah sembuh, dia menjadi Direktur Departemen Urusan Veteran Illinois dari 2006 hingga 2009.

Pada tahun 2009, Presiden Obama menunjuk Duckworth sebagai Asisten Sekretaris Urusan Veteran, di mana dia mengkoordinasikan inisiatif bersama dengan Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan AS untuk membantu mengakhiri tunawisma veteran. Ia bekerja untuk mengatasi tantangan unik yang dihadapi oleh perempuan serta penduduk asli Amerika.

Di DPR AS, Duckworth bertugas di Komite Angkatan Bersenjata. Ia menjadi advokat untuk keluarga yang bekerja dan penciptaan lapangan kerja.

Ia pun inisiator yang memperkenalkanUndang-Undang Bandara Ramah Ibu (FAM). UU ini memastikan ibu baru memiliki akses ke ruang laktasi yang aman, bersih, dan dapat diakses saat bepergian melalui bandara, yang sekarang menjadi undang-undang.

Dari laman www.duckworth.senate.gov, ia juga mengesahkan Troop Talent Act untuk membantu para Veteran yang kembali mencari pekerjaan di sektor swasta dan bekerja untuk mengurangi pemborosan dan penipuan di Pentagon dan di seluruh pemerintahan.

Di Senat AS, Duckworth mengadvokasi solusi praktis yang diperlukan untuk memajukan negara bagian seperti membangun kembali infrastruktur yang runtuh, melindungi warga Illinois dari keracunan timbal.

Termasuk menumbuhkan pekerjaan manufaktur sambil mendukung usaha kecil minoritas, berinvestasi di komunitas yang telah diabaikan terlalu lama dan membuat perguruan tinggi lebih terjangkau bagi semua orang Amerika.

Duckworth adalah anak perempuan dari seorang ayah Amerika dan ibu Thailand. Ia adalah perempuan Amerika Thai pertama yang terpilih sebagai anggota Kongres penyandang disabilitas serta senator yang melahirkan saat menjabat pada tahun 2018.

Selain bahasa Inggris, Duckworth juga fasih berbahasa Thailand dan Indonesia. Duckworth sempat bersekolah di Singapore American School, International School Bangkok dan Jakarta Intercultural School (kemudian dikenal sebagai Jakarta International School).

Seorang temannya Alison Parsons menggambarkan dirinya sebagai sosok yang sangat aktif. Saat masih menempuh pendidikan di JIS, ia bahkan mengikuti Pramuka.

“Kami belajar bagaimana membuat api, mendirikan kemah dan memasak makanan kami,” kata Parsons dikutip dari Nikkei Asian Review.

Kegiatan Pramuka Jambore Nasional juga pernah diikutinya. Menurut Parsons Duckworth masih berbicara sedikit bahasa Indonesia.

Melalui laman facebook JIS, Tammy juga sempat memberikan video ucapan Hari Perempuan Internasional ke alumninya itu.

Hello everyone. Selamat Hari Perempuan Internasional,” katanya dalam bahasa Indonesia.

“Namaku Tammy Duckworth, senator AS untuk Illanois dan alumni yang bangga Jakarta Intercultural School.”

“Saya menghabiskan waktu di Indonesia, sudah lama sekali, di mana saya mulai di kampus Pattimura dan pindah ke Cilandak. Saya mendapatkan kenangan indah, belajar bahasa baru, bertemu teman, berpartisipasi di olahraga, dan berlibur. Saya sangat merindukan waktu di Indonesia.” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *