Saidiman Ahmad: Yang Perlu Dihapus Pelajaran Agama

oleh -69 views
Saidiman Ahmad (FOTO: Facebook Saidiman Ahmad)

JAKARTA-Isu penghapusan mata pelajaran sejarah dari kurikulum, menyeruak. Isu ini muncul di tengah masyarakat, setelah ada rencana penyederhanaan kurikulum oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dalam penyederhanaan kurikulum, pelajaran Sejarah rencananya akan dihapuskan dari mata pembelajaran wajib. Kabar ini mendapat pertentangan dari sejumlah pihak.

Menurut Peneliti Politik, Saidiman Ahmad, mata pelajaran (mapel) Sejarah tidak perlu dihapus. Yang harus dihapus adalah mata pelajaran pendidikan agama.

Dia mengusulkan agara Mapel Agama dihapus dari sekolah-sekolah Negeri. Menurutnya, Mapel Agama biar diajarkan di Sekolah-sekolah swasta dan lingkungan keluarga.

“Sebenarnya yang perlu dihapus dari kurikulum sekolah negeri itu bukan pelajaran sejarah, tapi pelajaran agama. Biarlah itu jadi urusan keluarga atau sekolah swasta atau privat aja.” Tulis Saidiman Ahmad dikutip akun twitternya, @saidiman Selasa (22/9).

Cuitan Saidiman mendapat respon ramai dari netizen. Banyak yang tidak setuju dengan ide Saidiman. Salah satu netizen lantas membeberkan latar belakangan pendidikan Saidiman yang notabene berpendidikan Agama.

“Gue liat bio lu: Alumnus Pondok Pesantren Darud Dakwah wal Irsyad Mangkoso Sulawesi Selatan dan Madrasah Aliah Program Khusus (MAPK) Makassar. Sarjana S1 jurusan Aqidah Filsafat Universitas Islam Negeri Jakarta (2006). Yang Sekolah Agama aja kayak lu, apalagi pelajaran agama dihapus?” tulis salah satu netizen.

Saidiman kemudian mengatakan, dilihat dari latar belakangan pendidikannya, dia memiliki hak untuk mengusulkan apakah Mapel Agama penting diajarkan di sekolah negeri atau tidak.

“Dilihat dari latar belakang pendidikan formal, kelihatannya saya cukup otoritatif untuk bicara apakah pendidikan agama itu penting atau tidak penting dipertahankan pada sekolah-sekolah negeri.” Ucap peniliti dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) ini.

Sebelumnya, terkait rumor Mapel Sejarah akan dihapus, Kemendikbud telah membantahnya. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud, Totok Suprayitno menegaskan, kabar pelajaran sejarah akan keluar dari kurikulum tidak benar. Menurutnya, pelajaran sejarah tetap akan diajarkan dan diterapkan di setiap generasi.

“Kemendikbud mengutamakan sejarah sebagai bagian penting dari keragaman dan kemajemukan serta perjalanan hidup bangsa Indonesia, pada saat ini dan yang akan datang”, jelas Totok dikutip siaran persnya, Sabtu (19/9).

Menurutnya, sejarah merupakan komponen penting bagi Indonesia sebagai bangsa yang besar sehingga menjadi bagian kurikulum pendidikan.

“Nilai-nilai yang dipelajari dalam sejarah merupakan salah satu kunci pengembangan karakter bangsa,” tegasnya.

Namun saat ini, Totok mengatakan, Kemendikbud sedang menggodok penyederhanaan kurikulum.

Kajian penyederhanaan kurikulum ini masih terus dilakukan dengan memperhatikan berbagai hasil evaluasi implementasi kurikulum baik yang dilakukan pemerintah maupun masyarakat serta perubahan paradigma keragaman, bukan keseragaman dalam implementasi kurikulum. (dal/fin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *