Kendala Jaringan Hantui Kampanye Daring di Wilayah Perbatasan

oleh -42 views
Peta pilkada serentak 2020 Humas / KPU RI

JAKARTA-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Frederik Melawen menyadari, bahwa banyak kendala yang harus dihadapi Pasangan Calon Bupati dan Wakil dalam menjalani tahapan kampanye yang saat ini tengah berlangsung hingga bulan Desember 2020 mendatang.

Terutama masalah sinyal telekomunikasi, mengingat para kandidat harus mengutamakan kampanye daring ditengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, tidak terkecuali di daerah Perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut.

“Memang kendala yang muncul di Mahakam Ulu salah satunya adalah masalah jaringan. Tapi karena undang-undang sudah menyatakan seperti itu dan diatur dalam PKPU, sehingga kami harapkan pasangan calon bisa mencoba menggunakan segala media untuk melakukan kampanye secara daring tersebut,” kata Frederik kepada RRI, Sabtu (3/10/2020).

“Dari kegiatan kampanye yang sedang berjalan saat ini, memang tetap dilakukan tatap muka, dengan pembatasan-pembatasan, dan juga mereka menggunakan media sosial Facebook, untuk menyiarkan langsung kegiatan kampanye mereka. Himbauan kita memang seperti itu, jadi tidak menggundang masa yang terlalu banyak didalam satu pempat acara,” tambahnya

Menurut Frederik, sejauh ini pelaksanaan kampanye oleh kedua pasangan calon yang bertarung di Pilkada Mahulu berjalan baik, terutama dalam mentaati Protokol Kesehatan Covid-19. Bahkan belum ada laporan pelanggaran yang diterima pihak penyelenggara Pemilu.

“Kita semua pasti ada rasa khawatir akan pandemi Covid-19 ini, sehingga jika kita tidak mencerminkan kepatuhan akan protokol kesehatan, tentu kepercayaan masyarakat akan sedikit ke kita,” ujarnya.

“Tapi yang sudah dilakukan oleh kedua pasangan calon ini sudah cukup baik, mulai pendaftaran ke-KPU hingga pelaksanaan kampanye ini, kami belum terima laporan pelanggaran yang dilakukan oleh kedua pasangan calon ini,” ungkapnya

Kendati demikian, ia tetap mengimbau kepada pasangan Calon dan Tim kampanye masing-masing, agar tidak melakukan kampanye hitam, menebar hoax, serta bergerak bersama-sama untuk melakukan pencegahan penularan Covid-19 di wilayah tersebut.

“Kepada pasangan calon, agar tidak melakukan kampanye hitam, tidak melakukan hoax, janji saja kepada masyarakat hal-hal yang sangat bisa dilakukan. Kemudian bagaimana caranya anda melakukan pencegahan Covid-19, dan juga tetap menjaga keamanan serta kedamaian di  Mahakam Ulu,” jelasnya.

“Jadi gunakan Visi dan Misi itu untuk merangkul Masyarakat agar pada 9 Desember nanti, masyarakat bisa memilih anda sebagai Bupati dan Wakil Bupati,” tukasnya.

Seperti diketahui, dua pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada Mahakam Ulu yakni, Pasangan nomor urut 1, Yohanes Juan Jenau-Indra Jaya (JUARA) dan Pasangan nomor urut 2, Bonifasius Belawan Geh-Yohanes Avun (BONI-AVUN). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *