Lambatnya Distribusi PEN Berimbas ke Daya Beli

oleh -55 views

JAKARTA – Implikasi lambatnya serapan dan distribusi anggaran penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PC-PEN) berimbas pada daya beli masyarakat di daerah. Implementasi ini pun terus menuai kritik dari sejumlah ekonom.

Berikut data dan realisasi:

BELUM SAMPAI 50%:

  • Penyaluran anggaran PC-PEN belum mencapai 50% hingga awal Oktober 2020.
  • Baru tersalurkan baru Rp304,62 triliun atau 43,8% dari total pagu anggaran sebesar Rp695,2 triliun.

TRIWULAN III: Dana PEN yang telah dicairkan Rp 137,89 triliun. Dengan realisasi tersebut, diperkirakan dampaknya terhadap PDB triwulan III sebesar 2,1% atau sekitar Rp 270 triliun.

RINCIAN REALISASI:

Program kesehatan:

  • Rp21,79 triliun atau 24,9% dari pagu sebesar Rp 87,55 triliun.
  • Realisasi dari pencairan insentif tenaga kesehatan pusat dan daerah Rp3,1 triliun.

Santunan Kematian:

  • Untuk 96 tenaga kesehatan sebanyak Rp29 miliar.
  • Dana untuk Gugus Tugas Covid-19 Rp3,22 triliun.

Belanja Penanganan:

  • Belanja penanganan Covid-19 mencapai Rp11,67 triliun.
  • Bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Rp1,19 triliun.
  • Insentif perpajakan kesehatan Rp2,58 triliun.

Perlindungan Sosial:

  • Realisasi perlindungan sosial sebesar Rp150,86 triliun atau 73,9% dari pagu Rp203,9 triliun.
  • Programini meliputi pencairan sembako Rp31,9 triliun
  • Program Keluarga Harapan (PKH) Rp36,3 triliun
  • Bansos Tunai Non-Jabodetabek Rp 24,8 triliun
  • BLT dana desa Rp 11,9 triliun, dan bansos Jabodetabek Rp4,4 triliun.

Bantuan Sembako Hingga Subsidi Gaji:

  • Bantuan sembako yang telah cair mencapai Rp4,6 triliun.
  • Kartu prakerja Rp 19,5 triliun diskon listrik Rp3,5 triliun.
  • Subsidi gaji Rp 14 triliun.
  • KL dan Pemda telah disalurkan Rp25,3 triliun atau 23,84% dari pagu Rp106,11 triliun.

Padat Karya:

  • Program padat karya K/L mencapai Rp12,8 triliun
  • Cadangan perluasan Rp2,5 triliun
  • Cadangan DAK fisik Rp6,3 triliun
  • Dana Investasi Daerah (DID) pemulihan ekonomi Rp3,8 triliun.
  • Pencairan anggaran fasilitas pinjaman daerah, pariwisata, dan insentif perumahan belum terealisasi sama sekali.

Dukungan UMKM:

  • Dukungan UMKM yang telah dicairkan Rp79,06 triliun atau 64% dari pagu Rp123,46 triliun.
  • Realisasi terdiri dari penempatan dana Rp 58,7 triliun.
  • Banpres produktif Rp15,9 triliun
  • Subsidi bunga Rp3 triliun
  • Penjaminan kredit UMKM Rp100 miliar
  • PPh final UMKM Rp400 miliar
  • Pembiayaan investasi koperasi Rp1 triliun.

PROGRAM BELUM BERJALAN:

Pembiayaan korporasi yang memiliki pagu Rp53,5 triliun.
Ditarget awal Oktober sudah masuk sehingga membantu pertumbuhan ekonomi triwulan IV. (ful/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *