Dalami Kasus Kebakaran, Penyidik Bareskrim Polri Periksa Rekaman CCTV

oleh -47 views
Rekonstruksi Kebakaran Kejagung (Dok. Humas Polri)

JAKARTA-Tim gabungan penyidik Bareskrim Polri memeriksa rekaman kamera pengintai (CCTV) yang berapa di lobby gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mendalami kasus kebakaran. Pemeriksaan CCTV dilakukan di laboratorium forensik dalam rangka penyidikan dan menetapkan tersangka dalam kasus tindak pidana kebakaran gedung Kejagung.    

“Penyidik melakukan pemeriksaan laboratorium digital forensik terhadap barang bukti berupa kamera pemantau (CCTV) pada mesin absensi yang berada di lobby gedung utama Kejaksaan Agung,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di Bareskrim Polri, Selasa (6/10/2020).        

Selain itu, penyidik Bareskrim telah memeriksa ahli dari Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kementerian Ketenagakerjaan.           

“Penyidik melakukan pemeriksaan atau permintaan keterangan ahli dari Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3,” jelasnya.         

Lebih lanjut dikatakannya, tim penyidik Bareskrim melakukan analisis dan evaluasi (Anev) dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan ahli untuk mengungkap perbuatan pidana yang dilakukan pelaku pembakaran gedung utama Kejagung.              

“Penyidik rencananya melaksanakan Anev terkait hasil pembahasan pendalaman ahli kebakaran yang dimintai keterangan pada Senin, 5 Oktober 2020 kemarin,” ujarnya.            

Sebelumnya diketahui, tim gabungan penyidik Bareskrim telah mengambil sampel DNA dan sidik jari pada tombol lift yang ada di gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menjadi lokasi kebakaran. Pengambilan DNA dan sidik jari dilakukan bersama perusahaan pembuat lift tersebut.    

“Melakukan pemeriksaan terhadap lift yang ada di kantor Kejagung berupa pengambilan DNA dan sidik jari pada tombol lift bagian dalam bersama tim dari PT Mitsubishi Electric selaku pihak yang membuat lift tersebut,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/10/2020). 

Kemudian pada hari ini, lanjut Awi, sampel DNA yang menjadi salah satu barang bukti telah diperiksa di laboratorium forensik Mabes Polri.

“Penyidik melakukan pemeriksaan laboratorium DNA dan sidik jari lain  terhadap barang bukti yang ditemukan,” tegasnya.                   

Meski demikian, hingga saat ini penyidik Bareskrim urung juga menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus kebakaran gedung utama Kejagung. Padahal penyidik bersama jaksa peneliti telah beberapa kali melakukan gelar perkara terkait hasil penyidikan berupa memeriksa sejumlah saksi-saksi.             

Sebelumnya diketahui, Bareskrim Polri telah melaksanakan gelar perkara di tingkat penyidikan dalam kasus kebakaran Gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Gelar perkara untuk menentukan tersangka setelah memeriksa sejumlah saksi-saksi dan terduga pelaku pembakaran gedung Kejagung. 

Para tersangka akan dipersangkakan melanggar Pasal 187 KUHP terkait kesengajaan, dan atau Pasal 188 KUHP.              

Tim penyidik juga memeriksa Staf Ahli Jaksa Agung, dan 3 orang saksi dalam kasus kebakaran gedung utama Kejagung. Namun tidak disebutkan identitas staf ahli ST Burhanuddin yang diperiksa penyidik Bareskrim.      

Pemeriksaan terhadap 4 saksi, termasuk Staf Ahli Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk mengungkap peristiwa pidana dan menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus tindak pidana kebakaran gedung Kejagung.       

“Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi  sebanyak 4 orang, yang terdiri dari penjual dust cleaner, Staf Ahli Jaksa Agung, kemudian biro hukum kejaksaan, dan staf kementerian perdagangan,” kata Awi beberapa hari yang lalu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *