Penyidik Bareskrim Ambil Sampel DNA dan Sidik Jari Tombol Lift di Gedung Utama Kejagung

oleh -44 views
Petugas keamanan berjaga saat personel Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung di Jakarta, Senin (24-8-2020). Inafis dan Puslabfor Mabes Polri melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran yang menghanguskan seluruh gedung utama Kejaksaan Agung. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.

JAKARTA-Tim gabungan penyidik Bareskrim telah mengambil sampel DNA dan sidik jari pada tombol lift yang ada di gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menjadi lokasi kebakaran. Pengambilan DNA dan sidik jari dilakukan bersama perusahaan pembuat lift tersebut.             

“Melakukan pemeriksaan terhadap lift yang ada di kantor Kejagung berupa pengambilan DNA dan sidik jari pada tombol lift bagian dalam bersama tim dari PT Mitsubishi Electric selaku pihak yang membuat lift tersebut,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Selain itu, tim penyidik Bareskrim memeriksa 5 saksi ahli dalam penyidikan kasus tindak pidana kebakaran gedung utama Kejagung beberapa pekan yang lalu.  

“Ada 5 orang ahli diperiksa penyidik, yang terdiri dari ahli gigi dari laboratorium kedokteran gigi RS AL, Ahli kebakaran, ahli dari Kemenkes, ahli DNA, dan ahli digital forensik dari Puslabfor Mabes Polri,” ujar Awi. 

Meski demikian, hingga saat ini penyidik Bareskrim urung juga menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus kebakaran gedung utama Kejagung. Padahal penyidik bersama jaksa peneliti telah beberapa kali melakukan gelar perkara terkait hasil penyidikan berupa memeriksa sejumlah saksi-saksi.              

Awi mengatakan bahwa tim penyidik telah menyusun beberapa rencana kegiatan setelah melakukan analisis dan evaluasi (Anev) terkait hasil penyidikan. Seperti membuat konsep pertanyaan untuk saksi para tukang yang berada di lantai 6 sesaat sebelum terjadinya kebakaran.        

Diketahui di lantai 6 ruang rapat biro kepegawaian merupakan lokasi titik nyala api.  

“Penyidik telah menyusun beberapa rencana kegiatan. Membuat konsep pertanyaan guna pendalaman pemeriksaan kepada orang-orang yang berada di lantai 6 aula biro kepegawaian sebagai bentuk tindak lanjut daripada hasil analisa dan evaluasi pada Jumat 2 Oktober 2020 lalu,” ucap Awi. 

Sebelumnya diketahui, Bareskrim Polri telah melaksanakan gelar perkara di tingkat penyidikan dalam kasus kebakaran Gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Gelar perkara untuk menentukan tersangka setelah memeriksa sejumlah saksi-saksi dan terduga pelaku pembakaran gedung Kejagung.  

Para tersangka akan dipersangkakan melanggar Pasal 187 KUHP terkait kesengajaan, dan atau Pasal 188 KUHP.      

Tim penyidik juga memeriksa Staf Ahli Jaksa Agung, dan 3 orang saksi dalam kasus kebakaran gedung utama Kejagung. Namun tidak disebutkan identitas staf ahli ST Burhanuddin yang diperiksa penyidik Bareskrim.        

Pemeriksaan terhadap 4 saksi, termasuk Staf Ahli Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk mengungkap peristiwa pidana dan menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus tindak pidana kebakaran gedung Kejagung.        

“Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi  sebanyak 4 orang, yang terdiri dari penjual dust cleaner, Staf Ahli Jaksa Agung, kemudian biro hukum kejaksaan, dan staf kementerian perdagangan,” kata Awi beberapa hari yang lalu.  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *