Pangdam Jaya: Via Grup WhatsApp, Preman Luar DKI Dijanjikan Uang Demo Tolak UU Cipta Kerja

oleh -62 views
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman

JAKARTA-Kodam Jaya mengungkapkan pihaknya berhasil menyekat 100 lebih preman dan pengangguran yang hendak ikut aksi demonstrasi tolak omnibus law UU Cipta Kerja. Kodam Jaya menyebut massa dari luar kota ini hendak berunjuk rasa karena dijanjikan imbalan uang.

“Seratusan lebih. Yang saya kemarin tahu ya, dari Subang, Banten, Tangerang, kemudian Pamanukan, itu saja. Tapi kan itu yang kami amankan sebelum demo mulai,” kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Sabtu (10/10).


“Itu orang-orang nggak sekolah semua rata-rata. Bukan, kalau buruh malah nggak ada justru. (Mereka) pengangguran, preman-preman,” sambung dia.


Dudung menuturkan preman dan pengangguran ini mendapat instruksi dari grup WhatsApp yang mereka ikuti. Penggerak massa menjanjikan uang akan diberikan seusai demo.

“Dia itu di WhatsApp group-nya dijanjikan akan dikasih uang setelah demo selesai,” ujar Dudung.


Berdasarkan keterangan massa asal Pamanukan kepadanya, lanjut Dudung, penggerak massa tak ikut turun ke Ibu Kota. Penggerak massa tetap di Pamanukan.

“Justru saya tanya, ‘Yang gerakkan kamu siapa?’, ‘Ketinggalan, Pak, di Pamanukan, nggak ke sini’. Kan kurang ajar tuh, yang gerakin malah tidak bergerak,” ucap Dudung.

Dudung menjelaskan, saat Kodam Jaya menggeledah para preman dan pengangguran, kebanyakan mereka tak mengantongi uang lebih. Dudung berpendapat pendemo bayaran ini sengaja dibuat kelaparan sehingga semakin mudah terpancing untuk melakukan tindakan anarkistis.


“Saya nggak tahu besaran uang (imbalan)-nya. Cuma di dompet itu ada yang kosong, ada yang cuma Rp 10 ribu. Kasihan mereka itu. Memang dibuat lapar mereka kan, biar anarkis. Keterangan lebih lanjut kan lagi diselidiki Kapolda. Di Polda,” tutur Dudung.


Pada Kamis, 8 Oktober kemarin, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memang mengatakan, pemerintah mengetahui dalang di balik demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang ricuh. Hal itu diungkapkan Airlangga saat wawancara dengan CNBC Indonesia TV.

“Sebetulnya pemerintah tahu siapa behind demo itu. Kita tahu siapa yang menggerakkan, kita tahu siapa sponsornya. Kita tahu siapa yang membiayainya,” kata Airlangga.


Airlangga juga menyinggung pihak yang dituding sebagai sponsor aksi demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja. Menurutnya, mereka memiliki ego sektoral yang tinggi tanpa memikirkan nasib massa yang turun ke jalan.

“Tentu kita juga melihat bahwa tokoh-tokoh intelektual ini saya lihat mempunyai, ya cukup dalam tanda petik ego sektoralnya yang cukup besar. Karena para tokoh ini tidak ada di lapangan, mereka adalah di balik layar,” ujarnya.


Seperti diketahui aksi demonstrasi tolak UU Cipta Kerja di Ibu Kota berakhir ricuh. Peserta demo berasal dari berbagai elemen, di antaranya mahasiswa dan buruh.


Namun diduga ada kelompok perusuh yang sengaja membuat panas situasi. Kelompok ini diduga sebagai pelaku perusakan berbagai fasilitas umum, mulai halte bus TransJakarta, stasiun MRT, pos polisi, bioskop, dan objek lainnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *