Irjen Napoleon Bonaparte Akan Bongkar Semua Skandal Perkara Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

oleh -59 views
Irjen Pol. Napoleon Bonaparte/Net

JAKARTA-Mantan Kadiv Hubinter Polri Inspektur Jenderal Polisi Napoleon Bonaparte mengungkapkan akan membongkar semua skandal perkara penghapusan red notice buronan Djoko Tjandra. ”Ada waktunya, ada tanggal mainnya. Kita buka semuanya nanti,” kata dia di Kejari Jaksel, Jumat (16/10).

Dia bersama Brigjen Prasetijo Utomo merupakan tersangka kasus tindak pidana korupsi penghapusan red notice terpidana cessie PT Bank Bali Djoko S Tjandra. Sebelumnya, mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo lebih dulu dituntut melakukan tiga tindak pidana terkait skandal pelarian buronan dan terpidana Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Keduanya kemarin dipindahkan ke Rumah Tahanan Salemba cabang Bareskrim Polri dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Napoleon dan Prasetijo menurut rencana dititipkan di sana. Namun, keduanya tampak berbeda penampilannya seperti saat dibawa ke Kejari Jaksel. Meski sempat keluar dari Kejari dengan pakaian tahanan, tapi dua jenderal polisi itu terlihat kembali mengenakan seragam dinas Polri lengkap dengan atribut. Kedua orang tersebut juga terlihat tidak diborgol. Sementara itu, Kepala Kejari Jaksel Anang Supriatna mengatakan, dakwaan terhadap Napoleon dan Prasetijo serta Tommy Sumardi telah disusun jaksa penuntut umum.

Dalam waktu 14 hari ke depan diyakini dakwaan akan rampung, sehingga persidangan bisa segera digelar. Soal didakwa pasal apa, Anang mengaku belum bisa berkata banyak. Namun yang pasti akan dikenakan Undang Undang Tindak Pidana Korupsi. ”Yang jelas UU Tindak Pidana Korupsi.

Suap-menyuap,” Anang menambahkan. Keduanya dilimpahkan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri lantaran berkas telah rampung alias P21. Anang juga mengungkapkan, secara keseluruhan pihaknya menerima empat tersangka. ”Hari ini (kemarin) tahap dua pelimpahan dari penyidik ke penuntut umum Kejaksaan Agung, memang secara administrasi diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan karena locus tempus- nya ada di wilayah Selatan. Kami terima, sebetulnya hari ini ada empat orang, yang satu di wilayah Jakarta Pusat untuk inisial D ya di Jakarta Pusat. Yang di wilayah selatan ada tiga,” ujarnya.https://c262dbd080a96a40bf8fec06a712a38e.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html

Penelitian Tersangka

Sementara itu, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum perkara ini, Bima Suprayoga menyatakan pihaknya langsung melakukan penelitian tersangka dan barang bukti. Meski dilimpahkan ke Kejari Jaksel, nantinya perkara ini kemungkinan akan disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat.

”Memang kejadiannya di wilayah hukum Kejari Jakarta Selatan, terkait dengan Pak Napoleon Bonaparte, Pak Prasetijo Utomo, dan Pak Tommy Sumardi. Tiga hari ini. Saat ini sedang proses penelitian tersangka dan barang bukti baru nanti kami tindak lanjuti langkah selanjutnya. Pengadilannya nanti pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” kata Bima menambahkan. Dalam perkara ini, Djoko Tjandra diduga mengucurkan dana ke oknum jenderal polisi untuk membantu menghapus red notice atas nama dirinya dari basis data Interpol.

Pihak yang ditujukan untuk membantu proyek itu adalah Napoleon Bonaparte yang merupakan mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri dan membawahi Sekretaris NCB Interpol yang mengurus red notice. Polri kemudian mengumumkan penetapan tersangka Napoleon dan Tommy pada 14 Agustus. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *