Pekan Depan Kunjungi Indoensia, Mike Pompeo: Kerja Sama Gagalkan Ancaman Partai Komunis China

oleh -131 views
Foto: Mike Pompeo Twitter

JAKARTA-Hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) makin hari makin mesra. Pejabat kedua negara makin sering melakukan pertemuan. Setelah menerima Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, di Pentagon, AS juga mengirim Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, ke sini, pekan depan. Yang jadi pertanyaan kenapa Negeri Paman Sam itu dekati negara kita, apa ada udang di balik batu?

Rencananya, Pompeo akan melakukan kunjungan ke beberapa negara Asia selama satu pekan. Diawali berkunjung ke India, Sri Lanka, Maladewa dan terakhir Indonesia. Tur Asia Pompeo berlangsung dari 25-30 Oktober 2020.

Untuk apa berkunjung ke asia? Pompeo mengakui, kunjungannya ke Asia berkaitan kekhawatiran negaranya dengan dominasi China di Asia. Saat ditanya secara spesifik apa keperluan datang ke Indonesia, Pompeo mengatakan, orang Indonesia menginginkan Indo Pasifik yang terbuka.

Hal yang sama juga diinginkan negara di kawasan Asia Tenggara. “Saya berharap diskusi tersebut dapat menghasilkan kerja sama semua negara menggagalkan ancaman yang ditimbulkan Partai Komunis China,” kata Pompeo.

Pompeo memang anak buah Trump yang paling gencar mengobarkan perlawanan terhadap China dalam berbagai hal. mulai dari perdagangan, keamanan, hingga pandemi Covid-19.

Kabar kedatangan Pompeo itu langsung bikin heboh. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, langsung melakukan persiapan. Ia pun makin rutin berkoordinasi dengan Duta Besar AS untuk RI Sung Yong Kim.

Apa saja agenda Pompeo di indonesia? “Selain melakukan bilateral dengan saya, Pompeo juga akan hadir dalam Forum Gerakan Pemuda Ansor mengenai dialog agama dan peradaban,” kata Retno, saat memberikan keterangan via online, kemarin.

Retno menambahkan, AS merupakan salah satu mitra penting Indonesia. Indonesia juga ingin terus membangun kemitraan kokoh yang saling menguntungkan dan saling menghormati dengan AS. “Komitmen kuat peningkatan kemitraan ini tercermin dengan intensifnya saling kunjungan pejabat kedua ne gara, bahkan di masa pandemi,” ujar Retno.

Jika melihat sebulan terakhir, pejabat kedua negara memang rajin melakukan pertemuan. diawali dengan kunjungan acting Under Secretary of Defense for Policy US Department of Defense, James Anderson menemui Prabowo.

Setelah itu, Prabowo datang sendiri ke Pentagon menemui menhan AS, Mike Esper. delegasi US International Development Finance Corporation (DFC) juga akan berkunjung ke Indonesia minggu ini.

Sejumlah media asing menyebut kunjungan ini terkait dengan konflik di Laut China Selatan. Reuters misalnya, melaporkan Indonesia telah menolak masuk jet tempur canggih mata-mata AS, P-8 Poseidon mendarat. menurut Reuters, sejak Juli-Agustus, AS mengirimkan permintaan khusus agar pesawat Boeing itu bisa “mampir” dan mengisi bahan bakar di kawasan Indonesia. Namun indonesia menolak permintaan tersebut.

Penolakan atas perintah langsung Presiden Jokowi. P-8 Poseidon adalah jet yang mengawasi aktivitas China di Laut China Selatan. AS baru-baru ini menggunakan pangkalan militer di Singapura, Filipina, dan malaysia untuk mengoperasikan penerbangan P-8.

Belum ada komentar dari China. Namun pekan lalu, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, juga melakukan safari ke Malaysia. Di sana, ia meminta negara ASEAN bersatu melawan AS.

Ia menyebut AS sebagai ‘gangguan eksternal’ di Laut China Selatan. “Kita sama-sama berpandangan bahwa Laut China Selatan seharusnya tidak menjadi tempat bagi kekuatan besar yang bergulat dengan kapal perang,” kata Yi.

Ia menyebut China dan ASEAN memiliki kapasitas dan kebijaksanaan penuh, serta tanggung jawab, untuk menjaga perdamaian dan ketenangan di Laut China Selatan.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai, kunjungan Pompeo ini tak lepas dari strategi AS menghadapi China.

Menurut Buku Putih Departemen Pertahanan AS, China berniat untuk membangun pangkalan militer di Indonesia. AS melihat hal ini karena kedekatan ekonomi indonesia terhadap China. dikhawatirkan, ketergantungan ekonomi Indonesia terhadap China akan melemahkan prinsip Kebijakan Luar Negeri Indonesia yang bebas aktif.

Indonesia diprediksi oleh AS akan jatuh ke tangan China dengan ketergantungan ekonominya dan mudah dikendalikan oleh China. “Padahal Indonesia adalah negara strategis dan memiliki peran yang sentral di kawasan Asia Pasifik, baik untuk AS maupun China,” kata Hikmahanto, kemarin.

AS juga ingin memberi pesan kepada China bahwa Indonesia berpihak kepada AS. Khususnya, dalam ketegangan AS-China di Laut China Selatan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Jimly Asshiddiqie, ikut mengomentari rencana kunjungan Pompeo.

Menurut senator asal Jakarta itu, kunjungan Pompeo membuktikan makin gigihnya AS membujuk Indonesia agar tidak berpihak ke China. Situasi ini, lanjut dia, peluang emas untuk tekan AS agar teken persetujuan pindahkan pabrik-pabrik industrinya dari China ke Indonesia. “Bila perlu buat Undang-Undang/PERPPU khusus untuk kemudahan investasi mereka. Bisa jadi Undang-Undang Ciptaker tidak relevan,” kicau @JimlyaS, kemarin. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *