Jokowi: Perguruan Tinggi Tidak Terjebak Rutinitas

oleh -64 views
Jokowi meminta menterinya untuk mencari cara menyelamatkan ekonomi dalam negeri yang pada kuartal I kemarin anjlok parah. (Dok. Biro Sekretariat Presiden)

JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, dalam upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul, perguruan tinggi diharapkan tidak terjebak pada rutinitas. Ia meminta perguruan tinggi untuk memiliki waktu, energi, dan keberanian untuk melakukan perubahan.

“Harus terus menerus mengembangkan inovasi dengan memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan begitu dapat menciptakan generasi unggul untuk mewujudkan Indonesia maju,” kata Jokowi saat meluncurkan program Merdeka Belajar Episode 6 tentang Transformasi Dana Pemerintah Untuk Pendidikan Tinggi secara daring, Selasa (3/11/2020).

Oleh karena itu, Jokowi menuturkan, pada situasi pandemi Covid-19 ini upaya perguruan tinggi untuk mencetak SDM Indonesia yang unggul tak boleh surut dan berhenti. Menurut Jokowi, kondisi pandemi dengan segala dampak di setiap sendi kehidupan ini justru menyadarkan semua pihak betapa pentingnya SDM tangguh, yakni orang-orang yang mampu berpikir dan bertindak dengan cara luar biasa. Ini terkait dengan kemampuan beradaptasi cepat agar bisa survive menghadapi kesulitan, tidak tertinggal, dan menang dalam persaingan.

“Pandemi harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperbaiki ekosistem pendidikan nasional. Salah satunya perguruan tinggi,” kata Jokowi.

Menurutnya, perguruan tinggi perlu merelaksasi kurikulum dari yang sebelumnya bersifat kaku menjadi lebih fleksibel. Perguruan tinggi juga harus membuka diri terhadap paradigma-paradigma baru dan cara-cara yang lebih responsif. Dari mono menjadi multi, mono menjadi inter, bahkan transdisipliner.

“Dari berorientasi theory building menjadi problem solving, bahkan impact making. Kita harus siap menjalani standar normalitas baru,” ucapnya.

Jokowi menyebutkan, dosen yang baik adalah dosen yang memfasilitasi mahasiswanya belajar kepada siapa saja, melalui media apa saja, dan dilakukan kapan saja. Sementara, perguruan tinggi yang baik adalah yang membangun ekosistem Merdeka Belajar dan memanfaatkan materi dan media belajar yang terbuka luas.

Jokowi menuturkan, standar normalitas baru tersebut harus dirumuskan dalam berbagai kebijakan, yakni kebijakan tentang key performance indicators (KPI) dosen, kebijakan program prioritas perguruan tinggi, serta alokasi anggaran, infrastruktur, hingga berbagai standar operasional prosedur (SOP) baru yang harus dirumuskan.

Demikian pula halnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, berbagai standar normalitas baru harus dirumuskan.

“Saat ini awal abad digital, berbagai riset dan pengembangan teknologi di bidang digital seharusnya memprioritaskan bagaimana teknologi, analisis big data dan artificial intelligence bisa dimanfaatkan untuk berbagai bidang,” ujarnya.

Selanjutnya, Jokowi juga mendorong perguruan tinggi untuk berlomba-lomba agar inovasi digital bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa. Misalnya, untuk pengembangan kemandirian pangan, kemandirian energi, dan pengembangan kewirausahaan serta UMKM di berbagai sektor.

“Perguruan tinggi harus bertransformasi menjadi lebih dinamis. Ciptakan terobosan, bangun iklim kompetitif untuk meningkatkan daya saing, jalin sinergi, jalin kolaborasi dengan BUMN dan dengan industri, matching fund, talent pool berbasis digital, dan model kerja sama lain untuk mengoptimalkan kemampuan, mendorong prestasi yang lebih baik,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *