Heboh, Pohon Pisang Berdaun Putih di Kudus

oleh -93 views
SANGAT LANGKA: Pohon pisang berdaun putih di Desa Bulungcangkring, Jekulo, Kudus, viral. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KUDUS – Daun pisang berwana putih di pekarangan Sriyatun, warga RT 2/RW 6, Desa Bulungcangkring, Jekulo, mendadak vial. Fenomena langka ini, juga menjadi tontonan warga. Seperti kemarin (8/11) sore, orang berbondong-bondong datang untuk melihat.

Pohon pisang yang menjadi pusat perhatian, dikilung dengan tali plastik merah semacam police line. Tujuannya, untuk membatasi masyarakat yang melihat.

Pisang langka dengan tinggi sekitar 2 meter itu, memiliki dua daun berwarna putih di bagian paling atas. Satu daun berwarna putih sempurna. Satu daun lagi putih kekuning-kuningan. Sedangkan daun lain di bawahnya tetap hijau. Selain itu, di bawahnya tumbuh tunas dengan tiga bakal daun juga putih.

Sriyatun, pemilik pohon pisang mengatakan, pohon pisang yang memiliki daun putih itu jenis kepoh. Sebelumnya dia tak tahu jika daun pisangnya ada yang berwarna putih. Padahal ia setiap hari membersihkan pekarangannya. Termasuk menyapu di sekitar pohon pisang itu.

Dia baru tahu kalau pohon pisangnya gempar dibicarakan orang banyak dari grup Whatsapp (WA) RT. ”Saya pagi nyapu, tapi tak ngeh kalau ada dua daun pisang yang warnanya putih,” katanya. Dia melanjutkan, kemarin saat dia mempersiapkan bekal untuk tukang yang memperbaiki makam Kiai Ageng Rawi Yusuf yang dekat dengan kebunnya, ternyata pekarangannya ramai.

Tunas yang tumbuh setinggi 35 sentimeter, baru tumbuh sekitar pukul 14.00. Tunas itu, tumbuh di pohon pisang yang roboh karena tertimpa pohon kemlandean sekitar dua pekan lalu.

Ia mengaku, yang memberi pembatas di sekitar pisang itu tetangganya. Tujuannya agar tidak rusak. Sebab, beberapa orang mempercayai pohon pisang itu bisa untuk pengobatan. Selain itu, pohon pisang berdaun putih juga diberi terpal. Untuk melindungi dari tangan-tangan yang menyobek daun itu. Sebab, letaknya persis di samping jalan.

Selain itu, di sekitarnya ada kardos bertuliskan ”kotal amal jariyah.” ”Itu bukan saya (yang membuat). Inisiatif warga. Tapi saya minta harus ada yang bertanggung jawab. Saya tak pernah membuka untuk amal jariyah,” ungkapnya.

Salah satu warga Desa Tenggeles, Mejobo, Kayati sengaja menonton. Dia mengaku penasaran melihat pohon pisang berdaun putih beserta tunasnya yang aneh. Ia baru tahu kabar dari sosial media (medsos) dan langsung datang ke lokasi.

”Saya penasaran seperti apa kok ramai di Facebook. Jadi, saya datang bersama anak melihat langsung fenomena aneh ini,” jelasnya.

Terpisah, dosen mata kuliah ekofisiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Muria Kudus (UMK) Hendy Hendro mengatakan, fenomena daun pisang putih sangat langka. Kemungkinan besar disebabkan faktor eksternal (lingkungan) seperti unsur hara, pH tanah, suhu, buruknya drainase, dan lain-lain. Menyebabkan defisiensi unsur hara, sehingga terjadi klorosis pada daun. ”Jadi, kemungkinan kecil bukan disebabkan faktor internal (genetik),” ujarnya kemarin.

Dia menambahkan, klorosis merupakan keadaan jaringan khususnya pada daun yang mengalami kerusakan atau gagal membentuk klorofil. Jadi, daun tak berwarna hijau, melainkan kuning atau pucat hampir putih. ”Terus terang saya belum bisa menjawab secara pasti (penyebab daun menjadi putih). Karena banyak kemungkinan penyebabnya,” imbuhnya. (ks/san/lin/top/JPR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *