Investigasi Internal Vatikan Temukan Fakta Mengejutkan Paus Yohanes Paulus II

oleh -67 views
Orang-orang berdoa di makam Paus Yohanes Paulus II di Basilika Santo Petrus, Vatikan, pada 18 Mei 2020. (Vincenzo PINTO/AFP)

JAKARTA-Sebuah investigasi internal Vatikan menemukan fakta bahwa Paus Yohanes Paulus II mengetahui dan mengabaikan klaim pelecehan seksual terhadap Theodore McCarrick, pria asal Amerika Serikat yang pernah menjadi kardinal. Paus justru terus memercayainya, sebelum akhirnya McCarrick dipecat dari jabatannya dan dipermalukan dua dekade kemudian.

Laporan Vatikan memaparkan kegagalan sistemik di internal Gereja Katolik Roma, yang mendeskripsikan bagaimana McCarrick terus menggalang kekuatan di tengah rumor pelecehan seksual yang dilakukan dirinya terhadap seminaris, pastor, dan remaja laki-laki.

Setebal 449 halaman dan dibuat selama dua tahun, Laporan Vatikan memaparkan secara detail nama-nama dan skandal pelecehan seksual yang selama ini berupaya ditutupi pihak gereja. Laporan semacam ini sudah lama dinantikan korban pelecehan seksual, namun begitu dihindari pihak gereja karena berpotensi mencoreng reputasi tokoh-tokoh besar, termasuk Paus Yohanes Paulus II yang dinyatakan sebagai santo pada 2014.

“Fakta bahwa investigasi semacam ini harus dilakukan dan laporannya harus dituliskan, telah membuat hati saya terluka bagi semua orang yang juga terkejut, sedih, dan marah di luar sana,” kata Wilton Gregory, Uskup Agung Washington, dilansir dari laman The Washington Post pada Selasa, 10 November 2020.

Dalam Laporan Vatikan disebutkan bahwa Paus Yohanes Paulus II menerima sebuah surat pada 1999. Isi surat itu menyatakan bahwa McCarrick pernah tidur dengan beberapa seminaris muda yang berada di bawah kekuasaannya.

McCarrick kemudian mendatangi Paus Yohanes Paulus II, dan membantah dirinya pernah “melakukan hubungan seksual engan siapapun. Paus Yohanes Paulus II memercayainya, dan justru mengangkat McCarrick sebagai Uskup Agung Washington.

“Paus Yohanes Paulus II ‘meyakini kebenaran’ dari bantahan McCarrick,” tulis Laporan Vatikan.

Kala itu, Gereja Katolik Roma menganggap tindakan seksual pastor dengan orang dewasa sebagai perbuatan berdosa, namun tidak separah pelecehan terhadap anak di bawah umur. Jajaran petinggi gereja juga tidak menyadari bahwa seminaris dewasa bisa menjadi korban dari pelecehan seksual yang dilakukan pastor-pastor berkuasa.

Paus Fransiskus tidak terlalu disebutkan dalam Laporan Vatikan. Laporan itu menyebutkan bahwa Fransiskus, sebelum 2017, “hanya mendengar adanya tuduhan dan rumor terkait perilaku amoral terhadap orang dewasa.” Fransiskus juga disebut bahwa tuduhan-tuduhan semacam itu mungkin sudah “dikaji dan ditolak oleh Paus Yohanes Paulus II.”

Pada Agustus 2018, Paus Fransiskus sempat didesak mundur atas kasus pelecehan seksual yang dilakukan McCarrick. Satu tahun sebelumnya, Pengadilan Penssylvania di AS telah merilis dugaan pelecehan seksual yang dilakukan sekitar 200 pastor terhadap lebih dari 1.000 anak dalam 70 tahun terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *