Ponsel Bekas yang Paling Populer Dibeli, Meski Refurbished

oleh -48 views

JAKARTA – Mari kita sepakati jika penjualan smartphone terus meningkat. Banyak brand maupun vendor meluncurkan beragam model terbaru, dengan harga yang lebih bervariatif. 

Tapi menariknya, banyak juga masyarakat yang sengaja mencari ponsel bekas dengan harga lebih terjangkau. Bahkan menurut laporan Asia One, penjualan smartphone bekas di tahun 2019 mencapai 206,7 juta unit di seluruh dunia. 

Data dari International Data Corporation (IDC) itu menunjukkan kenaikan penjualan sebesar 17,6 persen dari tahun ke tahun. Selain harga yang relatif lebih murah, biasanya kualitas dari ponsel bekas masih sangat baik dan bisa bertahan sampai beberapa tahun ke depan.

Produk refurbished pun masih menjadi idola banyak oranng. Umumnya produk refurbished ini punya kualitas yang sama baiknya dengan ponsel baru karena telah dirombak ulang secara resmi oleh vendor.

Bahkan Apple sekalipun, masih menjual produk iPhone refurbished secara resmi di situs mereka. Tentunya dengan harga yang kompetitif, sehingga gawainya masih cukup prima untuk dipakai. 

Istilah rekondisi dan refurbished secara harfiah diperbarui kembali, lantaran mengalami kerusakan minor untuk kemudian dijual lagi ke konsumen. Sederhananya, smartphone rekondisi merupakan ponsel baru yang masih layak dijual. 

Dengan catatan, produk tersebut lolos quality control, tanpa kekurangan fisik maupun sistem, serta diberi tanda “refurbished”. Sebagai contoh Apple pada produk iPhone-nya, biasanya iPhone rekondisi ditandai dengan label “Apple Certified Pre-Owned” pada box penjualan.

Perlu diketahui, smartphone refurbished atau rekondisi yang saat ini dijual di pasaran umumnya berasal dari dua sumber, yakni distributor dan pabrik. Di mana smartphone refurbished pabrik merupakan hasil perbaikan resmi dari merek yang bersangkutan, sehingga ada garansi resmi. 

Sedangkan ponsel rekondisi dari distributor adalah hasil perbaikan dari pihak ketiga. Sehingga garansi yang ditawarkan tak lagi resmi, melainkan dari distributor itu sendiri. 

Kelebihannya, tentu harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan harga awal produk tersebut dirilis. Smartphone rekondisi, tentunya masih memiliki kualitas dan standar tinggi sesuai dengan prosedur produksi dari merek yang bersangkutan. 

Namun yang perlu diperhatikan, membeli smartphone refurbished atau rekondisi haruslah ekstra cermat dan yang terpenting memahami, jika ponsel tersebut tidak sepenuhnya baru. Pembeli harus siap menerima segala risiko yang terjadi ketika membeli smartphone rekondisi, baik dari pabrik maupun distributor. 

Ilustrasi ponsel refurbished (dok. Uswitch)

Di pasaran, semua ponsel refurbished memiliki tingkatan kualitasnya tersendiri. Tergantung bagaimana kondisi ponsel saat pertama kali dijual atau diperbarui oleh toko maupun pabriknya dari grade A hingga D, sebagaimana dirangkum dari laman Uswitch

Umumnya, Grade A merupakan ponsel dengan kualitas hampir seperti baru saat pertama kali dijual. Sementara Grade B, merupakan ponsel dengan kerusakan minor atau bekas pemakaian, tetapi tidak sampai mengalami kerusakan sparepart.  

Sedangkan Grade C, merupakan ponsel yang memiliki sejumlah kecacatan dan perlu diperbaiki. Selanjutnya Grade D, menjadi ponsel yang telah mengalami banyak perbaikan dan penggantian suku cadang, seperti layar, baterai hingga bodi ponsel sebelum akhirnya layak untuk dijual kembali. 

Namun tak jarang, agar lebih mempermudah para pedagang biasanya menjual dengan menyebutkan kualitas ponsel berdasarkan kategori ‘Perfect’, ‘Almost Perfect’ dan ‘Perfectly Fine’. Tujuannya sebagai rekomendasi pembeli untuk mengetahui kualitas smartphone rekondisi yang dijual.

Dirangkum dari berbagai sumber, merek Apple dan Samsung terbilang cukup banyak menjual ponsel refurbished di pasaran. Bahkan ponsel-ponsel bekas dari keluaran pabrikan tersebut masih cukup laris di situs-situs jual-beli ponsel.

Dikutip dari Android Central, pembeli paling banyak meminati ponsel rekondisi seperti iPhone 8, iPhone SE (Gen-1), iPhone X, Samsung Galaxy Note 9, Samsung Galaxy Note 10, Samsung Galaxy S9. Kendati bukan ponsel rekondisi, di tahun 2020 terdapat pula pembeli yang masih mengincar ponsel bekas seperti Google Pixel 2 XL, Google Pixel 3A dan Motorola Nexus 6.

iPhone Refurbished yang dijual Apple (dok. GSM Arena)

Sebelum membeli smartphone refurbished, berikut ini empat tips yang harus diperhatikan, agar tetap mendapatkan ponsel dengan harga murah dan kualitas maksimal. 

  1. Ketahui terlebih dulu merek smartphone refurbished apa yang akan dibeli.
  2. Belilah smartphone dari tempat atau penjual yang terpercaya.
  3. Aksesoris yang diberikan merupakan kualitas OEM, seperti kabel atau adaptor charger yang tidak lagi original. 
  4. Garansi distributor dan servis perbaikan

Pada akhirnya, sudah banyak orang yang mulai menyadari jika smartphone menjadi gawai fungsional, bukan sekadar gengsi. Jadi walaupun smartphone yang digunakan bukan lagi barang baru, asalkan kualitasnya masih berfungsi dengan baik tentu mereka akan tetap senang menggunakannya.  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *