Anggota Polri Ini Mengaku Diperintah Suami Pinangki Buang Bukti Transfer

oleh -61 views
Pinangki Sirna Malasari

JAKARTA-Anggota Polri, Benny Sastrawan mengaku pernah beberapa kali diminta oleh mantan atasannya, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf yang merupakan suami Pinangki Sirna Malasari untuk menukarkan mata uang asing atau valuta asing (valas) di money changer. Yogi kemudian memerintahkan Benny untuk membuang bukti transfer setelah melakukan penukaran valas di money changer.

Benny mengaku diminta menukarkan uang sebanyak empat hingga lima kali dengan sekali penukaran bernilai lebih dari Rp 100 juta. Hal itu disampaikan Benny saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan penerimaan suap, pencucian uang dan pemufakatan jahat dengan terdakwa Pinangki di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (18/11/2020).

“Betul Saudara Benny pernah diminta tukar Valas oleh Terdakwa (Pinangki),” tanya Jaksa Penuntut Umum, KMS Roni kepada Benny di ruang persidangan.

“Tidak pernah diperintah langsung karena pimpinan saya, pak Yogi. Saya diminta tukar Valas atas perintah pimpinan saya langsung. Atas perintah pak Yogi, karena pak Yogi beliau dapat sms dari Pinangki, ” jawab Benny.

“Kronologi bagaimana?” cecar Jaksa.

“Setelah saya dapat perintah saya tanya pak ini ke mana, katanya ke Pakubuwono. Terus saya ketemu pak Sugiarto (Sopir Pinangki) bertemu di pinggir jalan. Di situ serahkan Valas, ” terangnya.

Benny mengklaim tak mengetahui jumlah uang asing yang diserahkan Sugiarto. Hal ini lantaran uang tersebut dibungkus dalam amplop.

“Berapa kali?,” tanya Jaksa lagi.

“Seingat saya 4 atau 5,” jawab Benny.

Penukaran uang asing itu dilakukan pada 20 April 2020, 18 Mei 2020, 26 Mei 2020, dan 7 Juli 2020. Benny mengaku mata uang yang ditukar adalah Dollar Amerika Serikat dan Dollar Singapura. Biasanya Benny menukarkannya di sebuah Money Changer di kawasan Melawai, Jakarta Selatan.

Jaksa kemudian mengonfirmasi sejumlah uang yang ditukarkan oleh Benny. Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) disebutkan Benny menukarkan USD 10 ribu dengan jumlah Rp 147.130.000. Uang tersebut kemudian ditransfer ke Pungki Primarini adik Pinangki. Kemudian, Benny juga menukarkan USD 14.780 yang ditransfer ke Pinangki, lalu USD 17.600 dollar AS dan 10 ribu senilai Rp 143.600.000 yang ditransfer ke Pinangki. Benny membenarkan rincian jumlah uang yang disebutkan Jaksa.

“Ketika empat kali penukaran tadi itu saudara perintahnya bagaimana? Apakah tunai atau transfer ke rekening terdakwa atau transfer ke rekening adiknya?, ” tanya Jaksa.

“Perintahnya satu transfer ke rekening ibu Pinangki. Kemudian seingat saya pas sudah di Pakubuwono. Jadi satu kantong Valas minta ditransfer sebagian ke adik Ibu, ” terang Benny.

Namun Benny mengaku tidak memiliki bukti transfer. Benny menyebut saat itu, Yogi memerintahkanmya untuk membuang bukti transfer.

“BAP saya benar. Karena, setelah saya transfer, bukti transfer, saya kasih ke Pak Yogi, diperintah Pak Yogi buang. Ya saya buang, ketika ditunjukkan penyidik (bukti transfer) benar,” kata Benny.

Jaksa pun mencecar Benny mengenai hal tersebut.

“Pertanggungjawaban bagaimana, ” tanya Jaksa lagi.

Benny menegaskan, bukti transfer itu dibuangnya ke tempat sampah atas perintah Yogi.

“Saya kan ikuti perintah atasan saya. Saya buang di tempat sampah, ” jawabnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *