Anda sudah tahu: Amerika Serikat sudah mengalahkan Tiongkok. Dari segi jumlah penderita Covid-19. Anda sudah tahu: Italia sudah mengalahkan Tiongkok. Dari segi

SAYA lupa kapan pertama menulis tentang Corona. Yang saya tidak lupa: ada pembaca yang sampai protes –kok topiknya Corona terus. Waktu itu

RAPAT penting hari itu terjadi pukul 2 siang. Sangat penting –termasuk untuk kita yang di Indonesia.  Itulah rapat yang membicarakan apakah obat

SESEKALI perlu juga agak serius memikirkan mengapa Presiden Trump bikin pernyataan kontroversial. Terutama pernyataannya yang terakhir kemarin, Selasa. Ia minta agar mulai

AMERIKA terus menyalahkan Tiongkok. Terutama ketika Presiden Donald Trump terus disalah-salahkan rakyatnya: kok lambat sekali dalam menangani Covid-19. Menlu AS Mike Pompeo

SAYA berpikir 1000x untuk menulis DI’s Way hari ini. Yang ke-1001 saya putuskan: menulis. Sepanjang semua orang bisa lockdown secara suka rela, sebenarnya memang

MILAN dan Wuhan ternyata beda. Sama-sama di-lock down tapi tidak sama praktiknya. Itu baru diketahui setelah 300 dokter dari Tiongkok tiba di Milan,

SEMUA tahu: belum ada obat untuk Covid-19. Tapi apakah pasien tidak perlu diobati? Para dokter pasti berada dalam dilema yang luar biasa.

BEGITU banyak yang bertanya ke Korea Selatan: bagaimana tanpa lockdown jumlah penderita Covid-19 terus menurun di sana. Yang bertanya itu termasuk Presiden Amerika